Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, August 29, 2026

She Is Still Cute Today 她可爱得厉害

Kali ini kita akan coba membahas sebuah drama sismance China yang berjudul She Is Still Cute Today 她可爱得厉害. Sebelum kita masuk ke analisis tajam dan review-nya nanti, yuk kita simak dulu alur ceritanya bagaimana awal mula pertemuan unik dari dua orang cewe yang karakternya bertolak belakang ini!

Bintang Sekolah Cold vs Cowok Idola:

Cerita ini berlatarbelakang di sebuah SMA kelas satu yang punya 7 tingkatan kelas (Kelas 1 sampai Kelas 7). Di kelas paling unggul (Kelas 1), ada sosok Cang Shu—murid cewe paling pintar, selalu langganan juara umum, dan jadi bintang sekolah. Cang Shu ini paket komplit: tinggi, ramping, cantik, intelek, berkacamata, dan berambut panjang. Tapi, pembawaannya super dingin, pendiam, dan irit bicara.

Karena kepintarannya, Cang Shu sering didekati oleh Cui Xin, cowo idola di kelas yang rajin ngajak diskusi soal pelajaran. Sialnya, kedekatan akademis ini disalahartikan sama cewe-cewe sekelas yang cemburu berat. Mereka mikirnya Cang Shu lagi tebar pesona dan pacaran sama idola mereka.


Konfrontasi dan Nama Spontan di Papan Nilai:

Puncaknya, geng cewe-cewe ini mendatangi Cang Shu buat bikin konfrontasi. Mereka ngancam Cang Shu supaya gak deket-deket lagi sama Cui Xin. Beda dari drama cengeng biasa, saat dipojokkan dan diejek gak punya temen di sekolah makanya ngerayu Cui Xin, Cang Shu kesal setengah mati.

Siapa bilang aku gak punya temen? bantah Cang Shu.

Coba sebutin siapa namanya kalau emang punya! desak mereka.


Dalam keadaan kepepet dan gak mau jatuh gengsi, Cang Shu memutar otak. Pas banget matanya teringat satu nama yang pernah dia lihat di papan pengumuman nilai—posisinya persis di urutan paling buncit alias nilai terendah se-SMA. Nama itu adalah Qi Lin dari Kelas 7. Karena emang gak punya temen dan gak hafal nama murid lain, Cang Shu lalu asal sebut nama Qi Lin demi menyelamatkan mukanya!

Plot Twist: Si Murid Paling Buncit Ada di Tempat Kejadian!:

Gak disangka-sangka, Qi Lin ternyata lagi ngumpet di situ dan mendengar langsung namanya disebut oleh sang bintang sekolah sebagai teman. Geng cewe-cewe itu akhirnya bubar karena gagal mempermalukan Cang Shu. Dan hari itu resmi jadi hari bersejarah dimulainya pertemanan Cang Shu dan Qi Lin!


Siapakah Qi Lin ini?

Dia adalah cewe tomboi yang kondisinya 180 derajat bertolak belakang sama Cang Shu.

Ditempatkan di Kelas 7 dan selalu juara buncit dari bawah.

Gak suka belajar, hobinya main game, keluyuran, dan selalu jalan sendiri.

Dianggap cewe aneh dan dijauhi murid-murid lain.


Bagi Qi Lin, Cang Shu itu bak dewi idola yang gak tersentuh. Mangkanya, pas nama dia disebut sebagai teman, Qi Lin senangnya setengah mati! Dia langsung keluar dari  persembunyian dan memperkenalkan diri dengan penuh antusias.

Cewek Anjlok x Cewek Jenius:

Cang Shu kaget setengah mati. Dia gak menyangka sahabat yang asal sebut tadi ternyata seorang cewe tomboi, perawakannya pendek-kecil, berambut keriting pendek, cerewet, gesit, dan mukanya selalu tersenyum ceria. Yang paling parah: prestasi belajarnya hancur parah! Tapi karena sudah terlanjur basah, Cang Shu akhirnya menerima takdir pertemanan unik ini.


Cerita pun bergulir kocak! Qi Lin yang polos berusaha mati-matian jadi teman yang sepadan buat Cang Shu. Karena gak tahu cara berteman yang benar, aksi-aksi konyol Qi Lin malah sering bikin susah dirinya sendiri. Cang Shu yang merasa kasihan akhirnya luluh dan mulai membimbing Qi Lin, ngajak jalan berdua, hingga ngajarin belajar—meski nilai Qi Lin tetap aja gak nanjak-nanjak karena dasarnya emang males!

Latar Belakang Kelam & Trauma Masa Lalu:

Seiring berjalannya waktu, terbongkarlah alasan emosional kenapa mereka berdua sama-sama gak punya teman:


Sisi Dark Qi Lin (Rendahnya Self-Value):

Qi Lin lahir dari keluarga broken home. Perceraian orang tuanya dipicu oleh prestasi Qi Lin yang buruk dan sifatnya yang aneh. Sejak kecil dirinya selalu jadi pusat pertengkaran, Qi Lin tumbuh dengan perasaan bahwa dirinya tidak berguna dan tidak diinginkan. Dia memendam duka dan luka batin sendirian, hingga pasrah saat dijauhi di sekolah. Pertemuannya dengan Cang Shu adalah titik balik hidupnya.

Trauma Pengkhianatan Cang Shu:

Cang Shu dididik keras oleh ibunya untuk selalu jadi nomor satu. Dulu dia pernah mencoba membuka diri saat diundang ke pesta ulang tahun teman cewenya. Cang Shu yang awalnya menolak akhirnya datang juga sambil membawa kado karena si teman ngaku:

Cang Shu adalah sahabatnya yang paling spesial!


Tapi sesampainya di sana, Cang Shu malah dipermalukan dan dihina di depan semua tamu, dibilang orang aneh yang gak diundang. Sejak hari kelam itu, Cang Shu menutup rapat hatinya dan menganggap pertemanan itu omong kosong.

Dua Jiwa Aneh yang Saling Menyembuhkan:

Dua murid aneh yang sama-sama punya luka batin ini akhirnya disatukan oleh kebohongan spontan. Pertemanan yang awalnya kelihatan konyol dan menggelikan ini perlahan berubah menjadi ikatan yang penuh rasa hormat, saling mendukung, dan menjadi terapi penyembuhan batin. Qi Lin mendapatkan kembali rasa berharganya (self-value), sementara Cang Shu perlahan belajar percaya lagi pada ketulusan sebuah hubungan.


Gimana cara mereka berdua saling memulihkan luka hati masing-masing tanpa harus kehilangan momen-momen kocaknya?

Gak bakal aku beberkan di sini ya guys, nanti spoiler! Mending kalian langsung nonton dramanya atau baca sendiri komiknya aja!


Review & Analisis Kritis: She Is Still Cute Today (2026):

Setelah tadi kita bedah alur ceritanya yang kocak tapi mengharukan, sekarang saatnya kita kupas tuntas latar belakang produksi dan pesan mendalam di balik drama ini.

Gak cuma sekedar kisah manis anak sekolah, ternyata ada perjuangan panjang dan lika-liku industri di balik tayangnya drama ini!


1.Dari Manhua Populer hingga Penantian Panjang 7 Tahun.

Buat yang belum tahu, drama ini merupakan adaptasi resmi dari manhua (komik China) super populer karya Lin Ji (林记) dengan nama pena Guo Si Te (郭斯特) yang terbit pada tahun 2019 berjudul She Is Still Cute Today 今天的她也是如此可爱. Drama ini juga punya judul alternatif yang gak kalah gemesnya yaitu, My Darling Is The Cutest.


Kepopuleran komiknya yang luar biasa membuat para fans mendesak agar dibuatkan versi live action-nya. Dan penantian fans itu gak main-main, guys! Butuh waktu 7 tahun sejak komiknya rilis pada tahun 2019 sampai akhirnya versi dramanya benar-benar tayang secara resmi pada tanggal 11 Juli 2026 hingga tanggal 19 Juli 2026 di Tencent dan WeTV, dikemas dalam 28 episode dengan durasi singkat sekitar 10 menit per episode.


2. Kenapa Harus Nunggu 4 Tahun Baru Bisa Tayang? (Sensor & Dilema Industri).

Fakta menariknya adalah drama ini sebenarnya sudah selesai syuting/produksi sejak tahun 2022! Tapi kenapa baru bisa rilis pada tahun 2026?


Isu Sensor LGBTQ+ di China:

Tahun 2022 adalah tahun rawan bagi industri konten GL/BL di China karena adanya pembatasan ketat dari pemerintah terkait isu LGBTQ+. Proyek-proyek sejenis mendadak dihentikan, ditunda, atau bahkan gagal tayang selamanya.


Risiko Latar Belakang Sekolah:

Membuat kisah GL dengan latar belakang anak SMA itu risikonya berlipat ganda! Cerita percintaan sesama jenis di lingkungan sekolah adalah materi yang sangat sensitif dan rentan memancing kontroversi otoritas.


Kompromi Menjadi Sismance:

Kalau di komiknya fix ada unsur asmara (GL), versi dramanya terpaksa dibatasi menjadi format sismance (persahabatan karib). Unsur cintanya dibuat implisit dan gak eksplisit demi bisa lolos sensor.

3. Kenapa Harus Takut? Murni Kisah Persahabatan Sejati!

Kalau dicermati lebih mendalam, lamanya penundaan selama 4 tahun ini sebenarnya terasa agak berlebihan.


Sebab di versi dramanya, alur ceritanya murni cuma kisah persahabatan sejati antara dua orang cewe di sekolah. Sama sekali gak ada porsi di mana persahabatan ini berubah arah menjadi kisah cinta sesama jenis. Jadi sebenarnya gak ada hal sensitif yang perlu ditakutkan sama sekali!

Buktinya jelas: platform raksasa sekelas Tencent pada akhirnya bersedia menayangkannya secara resmi. Ini membuktikan bahwa dari segi norma dan aturan tayang, kontennya memang aman dan layak dikonsumsi publik.

4. Reuni Aktris Muda Berbakat:

Pemeran utamanya dibintangi oleh Sun Mei Lin 孙美林 sebagai Cang Shu dan Zhu Lin Yu 朱林雨 sebagai Qi Lin.


Sun Mei Lin:

Saat syuting pada tahun 2022 lalu dia masih seorang aktris pendatang baru. Tapi sekarang nama Mei Lin sudah makin naik daun berkat aktingnya di drama Duet Of Shadows bersama Sun Yi Han (aktris Couple Of Mirrors). Di sini, Mei Lin kembali memamerkan aura dingin, karismatik, dan irit bicaranya yang pas banget membawakan karakter Cang Shu.


Zhu Lin Yu:

Aktris yang lincah dan imut ini juga sukses memerankan karakter Qi Lin yang cerewet dan bertolak belakang. Sampai sekarang dia masih terus eksis membintangi berbagai drama pendek maupun drama panjang.


5. Bukan Sekadar Drama Bocil: Ada Character Healing & Latar Belakang Keluarga!

Banyak yang menyepelekan drama ini dan menganggapnya cuma kisah bocil SMA yang gak dewasa. Ya, namanya juga anak kelas satu SMA, wajar kalau unsur kedewasaannya belum matang dan diselipi adegan-adegan konyol. Tapi itu cuma sebatas bumbu aja!


Plot utama drama ini sebenarnya membawa konsep yang jauh lebih berbobot, yaitu: Character Healing lewat Persahabatan.

Menjawab Pertanyaan Sosial: Apakah orang aneh gak berhak punya sahabat? Apakah orang aneh gak bisa berteman? Apakah orang aneh gak bisa punya sahabat? Drama ini menjawabnya dengan sangat emosional.


Pentingnya Unsur Keluarga:

Jarang banget ada drama bergenre GL/sismance yang mau repot-repot membedah latar belakang keluarga para karakternya. Padahal, unsur inilah yang bikin alur cerita punya fondasi kuat! Drama ini memperlihatkan bagaimana luka batin dari keluarga broken home (Qi Lin) dan trauma masa lalu (Cang Shu) membentuk perilaku mereka di sekolah.


6. Promosi Minim, Tapi Menang di Hati Fans:

Harus diakui, dari segi promosi, versi dramanya kalah gaung dibandingkan kepopuleran komiknya. Karena aturan di China yang ketat, sulit sekali mempromosikan proyek yang berakar dari manhua GL secara terbuka dan masif. Kebanyakan penontonnya adalah fans setia komiknya yang memang sudah menunggu dari tahun 2019.

Tapi bagaimanapun juga, bisa tayang resmi di platform besar seperti Tencent sudah menjadi pencapaian luar biasa yang patut disyukuri oleh para fans yang sudah lama menanti.

Kesimpulan:

Walaupun drama She Is Still Cute Today dikemas singkat dengan durasi 10 menitan dan karakternya yang hanya anak sekolah, tapi isi dan pesan moral di dalamnya sama sekali gak dangkal.


Bagi kalian yang mencari tontonan yang menghibur, kocak, tapi punya kedalaman emosi tentang persahabatan hangat dan penyembuhan luka batin, drama ini sangat layak untuk masuk watchlist kalian!

Gimana menurut kalian, guys? Lebih suka versi komiknya yang GL murni, atau versi dramanya yang sismance hangat ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!

JUDUL:

SHE IS STILL CUTE TODAY - 她可爱得厉害.

Tahun Rilis: 2026.

Tahun Produksi: 2022.

Produksi:China.

Jenis: Drama Berdurasi Menengah.

Genre: Sismance, Sepasang Female Lead.

Tayang Di: Tencent.

Bisa Ditonton Di: Tencent, WeTV, Youtube.

Jumlah Episode: 28.

Durasi Per Episode: 10 menit.

Pemain:

Sun Mei Lin 孙美林 sebagai Cang Shu.


Zhu Lin Yu 朱林雨 sebagai Qi Lin.


Supporting Role:

Wu Hai 吴海 sebagai Cui Xin.


Xie An Ran 谢安然 sebagai Luo Yi Si.


 

 

*************


Sumber Foto: https://sogou.com              

 

 

Sunday, August 2, 2026

The Air 4 Elements Soft GL Vs Hard GL

Sini mampir dulu, guys! Kali ini kita mau review dan bedah alur cerita dari drama GL Thailand yang lagi ramai dibahas, yaitu The Air 4 Elements.

Sebelum kita masuk ke analisis tajamnya nanti, yuk pahami dulu konflik utama dan konspirasi di balik indahnya hubungan dua pemeran utamanya!


Tahta, Kunjungan Negara, dan Polwan Cantik:

Cerita dimulai dari Kerajaan Madelin—sebuah negara tetangga Thailand. Sang Raja baru saja mengambil keputusan besar buat mewariskan takhta kerajaan kepada putri tunggalnya, Putri Catherine Blew De Laina (diperankan oleh Becky Armstrong). Nah, sebelum resmi naik tahta jadi penguasa Madelin, Putri Blew dijadwalkan terbang ke Thailand dalam rangka kunjungan kenegaraan demi mempererat hubungan diplomasi kedua negara.

Tentu saja keselamatan seorang calon ratu gak bisa dilepas gitu aja. Di Thailand, ayahnya Lom atau Vayo Watinwanich (diperankan oleh Freen Sarocha)—yang merupakan Kepala Polisi setempat—menugaskan putrinya sendiri untuk turun tangan. Vayo, seorang polwan tangguh dan berdedikasi, ditunjuk sebagai ketua tim pengawal kerajaan yang bertanggung jawab penuh atas nyawa Putri Blew selama berada di Thailand.

Konspirasi Kudeta & Dendam Masa Lalu:

Tapi perjalanan diplomasi ini ternyata cuma awal dari mimpi buruk. Nyawa Putri Blew diintai bahaya besar. Plot twist-nya, ancaman ini bukan datang dari musuh luar, melainkan dari dalam istananya sendiri! Dua pengawal kepercayaan Kerajaan Madelin diam-diam merencanakan aksi kudeta berdarah:

Grace:

Wanita pengawal pribadi Putri Blew yang menyimpan dendam kesumat. Dulu, orang tua Grace tewas di tangan Raja Madelin akibat pemberontakan yang gagal. Grace yang selamat berhasil menyusup ke dalam istana saat dewasa, menunggu momen pas buat membalas dendam, membantai keluarga raja, dan merebut kekuasaan.

Henri:

Pria dari kalangan bangsawan yang merupakan anak pejabat kerabat kerajaan. Henri ini gampang banget dirayu Grace karena punya masalah daddy issues—dia sakit hati selalu diremehkan sama ayahnya sendiri. Kepincut pesona Grace dan haus pengakuan, Henri mau-mau aja dijadikan alat dan sekutunya.


Rencana Putri Boneka & Penyamaran Napi:

Rencana jahat Grace dan Henri bener-bener gila! Grace memaksa seorang narapidana perempuan bernama Helena—yang kebetulan punya wajah sangat mirip dengan Putri Blew—untuk menyamar jadi sang putri. Helena diancam bakal dibuat membusuk di dalam penjara kalau berani menolak.

Skenario mereka sederhana tapi mematikan: Putri Blew yang asli bakal dieksekusi/dibunuh di Thailand. Setelah itu, Helena bakal dibawa pulang ke Madelin buat pura-pura jadi sang putri dan naik tahta. Dengan begitu, Grace dan Henri bisa dengan mudah mengendalikan Kerajaan Madelin dari balik layar lewat si putri boneka ini!

Aksi Main Petak Umpet & Perasaan yang Mengambang:

Untungnya, aksi pembunuhan pertama terhadap Putri Blew berhasil digagalkan berkat kesiapsiagaan Polwan Vayo! Begitu Vayo menyadari ada Putri Blew palsu yang diprakarsai oleh Grace, dia mengambil keputusan nekad: menyembunyikan Putri Blew yang asli dari jangkauan para penjahat.

Dari sinilah drama main petak umpet dimulai! Vayo memboyong Blew berpindah-pindah tempat sembunyi, mulai dari rumah pribadinya, rumah kakaknya, sampai ke kediaman teman dekat keluarganya. Di sisi lain, Grace terus menekan Henri dan pasukan burunya untuk melacak keberadaan mereka.


Di tengah situasi tegang dan kejar-kejaran maut ini, benih-benih cinta tumbuh di antara Vayo dan Blew. Tapi hubungan mereka gak gampang.

Vayo sadar diri dengan perbedaan status sosial mereka. Dia gak berani terang-terangan mengungkapkan perasaannya ke seorang calon ratu.

Blew sendiri masih dilanda keraguan dan belum yakin betul dengan apa yang dirasakannya.

Tragedi di Akhir Pelarian:

Momen tenang itu gak bertahan lama. Henri dan komplotannya akhirnya berhasil mendeteksi lokasi persembunyian mereka. Dalam baku hantam yang mencekam, Vayo yang bertaruh nyawa demi melindungi sang putri malah tertembak dan terluka parah! Putri Blew yang tak berdaya akhirnya berhasil diculik dan dibawa kabur oleh komplotan Henri.

Gimana nasib Vayo setelah tertembak? Apakah Grace berhasil mendudukkan Putri Boneka di tahta Kerajaan Madelin? Terus gimana akhir dari kisah cinta mereka berdua?

Nonton aja sendiri ya, guys!


Review & Analisis Kritis: Ada Apa dengan Industri Thai GL?

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling menarik! Pas nonton drama ini, pasti banyak dari kalian yang sadar ada perbedaan signifikan dari eksekusi episodenya. Mari kita bedah secara mendalam!

1.Apakah Drama Soft GL Gak Laku di Thailand?

Jawabannya: Gak mungkin gak laku!

Thai GL pada dasarnya memang diperuntukkan untuk memanjakan pasar/kaum LGBT di sana. Jadi mau dikemas secara soft ataupun hard, pasti tetap ada pasarnya dan bakal tetap ada yang nonton.

2.Apakah Kreator Thai GL Gak Bisa Bikin Soft GL?

Tentu saja BISA. Buktinya, dari Episode 1 sampai Episode 7, drama The Air 4 Elements ini murni berjalan di jalur soft GL. Walaupun ada adegan kissing, semua itu cuma sebatas imajinasi/bayangan si pelaku aja.

Lalu, apakah 7 episode soft GL ini gak laku?

Tetap laku keras! Justru format soft GL ini bikin penonton makin penasaran setengah mati.

Kapan nih kedua aktris utamanya bakal kiss dan intim-intiman sungguhan?

Dinamika penantian inilah yang bakalan bikin episode-episode selanjutnya makin ditunggu-tunggu!

3.Kenapa Hampir 100% Thai GL Selalu Berakhir Jadi Hard GL?

Lalu kenapa pada akhirnya hampir seluruh produk Thai GL selalu merapat ke hard GL?

Ada beberapa alasan kuat di baliknya.


a.Definisi Romansa Sempurna Versi Audiens Spesifik:

Bagi mayoritas kreator GL dan penonton LGBT di sana, ada anggapan bahwa romansa atau percintaan yang sempurna itu mutlak harus ada dua unsur ini, yaitu adegan kissing yang intens dan adegan intim yang hot. Ini adalah representasi happy ending impian mereka. Hal ini terbukti jelas dari reaksi, harapan, dan deretan komentar audiens saat menonton Thai GL.

b.Kreator & Produser Gak Pede (Krisis Kepercayaan Diri):

Produser atau kreator takut mengambil risiko membuat soft GL murni karena khawatir jumlah penontonnya bakal jauh lebih sedikit. Intinya, mereka GAK PEDE buat melakukan perubahan.

Padahal, coba deh amati dan belajar dari drama Soft GL buatan China.

Kalau kreator Thai mau membuka mata, penggemar soft GL ala drama China itu jumlahnya sangat fantastis dan gak kalah dari penggemar hard GL.

Kenapa bisa begitu?

Karena drama soft GL buatan China jauh lebih unggul dari segi plot cerita dan konsep. Plotnya lebih kuat, rapi, dengan konsep yang jauh lebih beragam dan fresh. Ini membuktikan satu hal, bahwa plot cerita yang solid bisa mengalahkan adegan hard GL, dan akting mumpuni aja gak cukup kalau tidak diimbangi dengan alur yang bagus!

c.Memilih Bermain Aman:

Kreator cuma mengekor formula sukses dari drama-drama GL terdahulu. Pilihan ini sebenarnya gak salah, namanya juga bisnis—mana ada orang yang mau rugi?

Tapi, pilihan ini punya risiko besar di masa depan. Kalau penonton terus-terusan disuguhi hal yang sama secara masif, rasa bosan itu pasti muncul.

Sekarang mungkin belum terasa, tapi lihat deh beberapa tahun ke depan, dampaknya bakal kelihatan signifikan. Kreatornya saat ini cuma sedang terlena saja oleh pencapaian instan.

d.Kurang Yakin Bisa Menjaring Penonton Non-LGBT:

Kalau industri GL Thailand mau memperluas jangkauan (market size), kuncinya adalah mereka harus bisa menjaring penonton non-LGBT.

Caranya?

Bikinlah soft GL!

Realistis saja, tidak semua penonton non-LGBT nyaman menonton konten yang eksplisit.


Potensi Besar Penonton Non-LGBT yang Terabaikan:

Kalau dibedah, tipe penonton non-LGBT itu terbagi jadi beberapa kelompok:

Kaum Haters:

Mereka ini adalah tipe yang suka menghujat. Kalaupun mereka nonton, tujuannya cuma buat nyari bahan celaan. Penonton jenis ini memang tidak mungkin diraih.

Penonton Penasaran (Potensial Banget!):

Mereka ini adalah Kkelompok netral yang sebelumnya gak pernah nonton GL, tapi penasaran ingin tahu seperti apa sih ceritanya. Begitu nonton soft GL yang alurnya bagus, mereka malah berbalik suka dan bisa jadi fans setia.

Penonton Netral tapi Risih Hard GL:

Mereka terbuka menonton kisah GL, tapi merasa risih kalau disuguhi adegan yang kelewat vulgar. Kelompok ini sangat potensial jika dijaring menggunakan soft GL ber-plot menarik.

Dua kelompok penonton netral ini tersebar di seluruh dunia, dan jumlah mereka jauh melampaui jumlah penonton LGBT itu sendiri.

Ini adalah pangsa pasar baru yang sangat raksasa. Kreator Thailand sangat perlu mempertimbangkan hal ini jika ingin produk mereka terus berkembang secara global.

Kelemahan Thai GL pada Umumnya & The Air pada Khususnya:

Selain masalah formula yang itu-itu saja, ada beberapa catatan kritis untuk drama ini:

1.Mengabaikan Logika Cerita:

Logika plotnya sering kali kurang masuk akal. Di drama The Air, tokoh villain-nya kelihatan cukup baik dan agak heran. Bayangkan, ada berapa kali Putri Blew ditodong pistol di depan mata, tapi tembakan gak pernah dilepas? Padahal kalau sekali tembak, misi kudeta mereka langsung sukses saat itu juga.

2.Karakter Inkonsisten & Adegan Romans Yang Terlalu Eksplisit:

Putri Blew yang di awal diplot sebagai gadis kerajaan yang lembut, lugu, dan gak pernah pacaran, eh di episode akhir mendadak berubah drastis jadi gadis yang berani, mandiri, hot, bahkan berani mengontrol adegan intim. Kalau kalian jeli, di salah satu adegan kissing yang di-close up sangat dekat, maaf... lidah karakternya sampai kelihatan! Padahal hal semacam ini seharusnya dihindari untuk sebuah tontonan layar kaca.

3.Adegan Aksi yang Cuma Tempelan:

Adegan aksi di sini murni cuma bumbu belaka karena fokus utamanya tetap drama romantis. Sayangnya, karena cuma bumbu, adegan aksinya tidak digarap dengan serius. Gerakan koreografinya lamban dan para penjahatnya kelihatan cuma pasrah nunggu dipukul.


Kesimpulan:

Pada akhirnya, di episode 8 kita bisa melihat kreatornya mulai gamang, mau bertahan di jalur soft GL atau balik lagi ke hard GL?

Dan sayangnya, selera pasar lama yang kembali menang.

Sangat disayangkan, padahal tadinya ada harapan besar The Air 4 Elements ini bisa menjadi pionir atau pelopor perubahan untuk tren soft GL di industri drama Thailand. Tapi kayaknya... masih gak mungkin ya, guys!

Gimana menurut kalian? Apakah kalian tim Soft GL dengan cerita berbobot, atau tetap tim Hard GL yang demen adegan kiss dan intim-intiman yang banyak? Tulis pendapat kalian di bawah ya!

JUDUL:

THE AIR 4 ELEMENTS.

Tahun: 2026.

Produksi: Thailand.

Genre: Drama GL.

Adaptasi: Novel The Air karya Salmon.

Tayang Tanggal: 16 Mei 2026.

Tayang Di: Channel 7 dan Iqiyi.

Jumlah Episode: 8.

Durasi Per Episode: 1 jam 10 menit.

Pemain Utama:

Freen Sarocha Chankimha sebagai Lom atau Vayo Watinwanich.


Becky Rebecca Patricia Armstrong sebagai Princess Catherine Blew De Laina.


 

 

*************


Sumber Foto: https://sogou.com