Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, April 9, 2026

Duet Of Shadows 双姝美探

Artikel ini terdiri dari 2 part. Part 1 di bagian atas, dan Part 2 di bagian bawah. Silahkan enjoy, guys!

Part 1:

Gimana harus membuat sebuah drama GL atau sismance yang bagus?

Ada 2 opsi, biasanya.

Opsi pertama, dibuat penuh dengan adegan romance yang berani dan eksplisit, seperti yang sekarang lagi banyak di jagat dunia hiburan gl, yang saking banyaknya sampai membuat diri kita puyeng, mau nonton yang mana dulu nih?


Ataukah opsi kedua, yang dibuat dengan penuh keseriusan dan lebih menonjolkan pada plot cerita dan konsepnya?

Aku pribadi lebih suka dengan opsi yang kedua ini.

Mungkin yang opsi pertama, akan lebih banyak yang menonton. Karena cerita yang lebih banyak romance nya pasti lebih disukai penonton, apalagi yang banyak adegan berani dan eksplisitnya.


Tapi jujur ya, cerita gl yang konsepnya bagus, akan bertahan lebih lama dan akan meninggalkan kesan atau impresi yang mendalam, sehingga tak akan mudah terlupakan sampai bertahun-tahun. Membuat kita terus kepingin menontonnya sampai berulang-ulang, saking sukanya dan gak akan pernah terasa bosan selamanya. Intinya drama gl jenis ini akan lebih awet.

Percaya gak?

Seperti yang sudah sering aku utarakan di dalam review-review aku sebelumnya, baik di blog maupun di channel youtube ku, bahwa drama gl atau drama sismance buatan China itu pada hakikatnya memang lebih unggul dari segi konsep cerita dibandingkan dengan drama gl buatan mancanegara.


Sekali lagi, itu disebabkan karena para kreator gl di China tidak leluasa berkarya, karena ada pembatasan dari pemerintah sehubungan dengan ideologi mereka yang menolak LG.

Pembatasan kreativitas seperti inilah justru malah melahirkan inovasi dan daya cipta yang lebih luas. Mereka bisa menggabungkan cerita gl dengan tema lain. Memasukkan berbagai macam unsur. Hingga mengangkat topik-topik yang gak akan pernah ditemukan di dalam kisah-kisah gl mancanegara.

Gak percaya?

Buktinya adalah drama ini.

Yuk, kita bahas di sini !

Drama ini berjudul Duet Of Shadows atau 双姝美探.


Betul, kata Duet di sini menunjukkan bahwa pemain utamanya ada 2 orang. Dan dua-duanya adalah cewe.

Sepasang female lead. Itu tema yang disebut oleh dunia hiburan di China, khususnya untuk tema GL atau sismance, mereka selalu menyebutnya dengan istilah ini, sepasang female lead bukan GL atau sismance.


Kali ini kreator gl drama ini memadukan unsur sismance dengan unsur misteri, kriminalitas dan investigasi. Membuat drama ini lengkap sebagai sebuah drama sismance dengan background kisah detektif.

Apakah penggabungan kedua unsur ini bagus?

Menurut aku, sangat bagus.

Karena sangat fresh...!

 

Menontonnya aja sudah excited. Karena di dalam kisah ini, kita disuguhi dengan kisah detektif misteri yang seru.

Dan kedua orang female lead kita ini bermain sebagai Duo Detektif. Yang satu sebagai Polisi dan yang satunya lagi sebagai Ahli Forensik. Detektif dan Dokter Otopsi. Ini merupakan sebuah perpaduan yang sangat klop di dalam kisah-kisah detektif. Dan keduanya adalah cewe yang sangat kompeten.


Kedua orang cewe ini adalah cewe tomboy. Ya dong. Kalau yang lemah lembut pasti gak akan cocok jadi penyelidik. Karena sifat penyelidik itu harus yang tegas, tangkas dan gesit.

Kalian masih ingat kan dengan drama gl yang berjudul Couple Of Mirrors 双镜? Kalau kalian masih ingat sama drama ini, tentu kalian juga sudah mengenal aktris utamanya.

Ya, ia adalah Sun Yi Han 孙伊涵. Sun Yi Han ini punya aura tomboy, dingin dan tegas. Jadi ia sangat cocok menjadi pemeran utama di dalam drama Duet Of Shadows ini. Di sini Sun Yi Han memerankan karakter dokter forensik bernama Qin Xin.

 

Lawan main Sun Yi Han di sini adalah Sun Mei Lin 孙美林. Namanya belum banyak dikenal. Tapi Sun Mei Lin ini punya aura tomboy, dingin, cuek dan keras. Yang membuat dirinya cukup cocok untuk memerankan seorang detektif bernama Lin Lan.

Jadi kalian lihat di sini, bahwa kedua orang female lead ini sangat cocok kepribadiannya satu sama lainnya. Keahlian mereka di sini menjadi saling melengkapi. Kerja sama seorang polisi dan seorang dokter forensik sangatlah dibutuhkan untuk bisa mengungkapkan berbagai macam kasus kriminal di dalam drama ini.


Dan entah disengaja atau tidak, kedua orang aktris yang sama-sama bermarga Sun ini, bisa menjadi ikon baru untuk GL atau sismance couple yang layak diperhitungkan di tahun 2026 ini.

Kita sebut saja mereka di sini sebagai Double Sun ya!

Oke, drama ini memiliki total 31 episode dengan durasi sekitar 19 menit per episode. Jadi drama ini termasuk drama berdurasi menengah.

Tayang di platform Iqiyi, tentu saja dengan sub Indo. Bagi penonton internasional, kalian bisa menontonnya di platform Iqiyi Internasional dengan sub Inggris.

Drama ini terdiri dari beberapa buah kasus kriminal yang harus diungkap oleh Duo Sun ini.


Kisah drama ini ber-setting di zaman republican. Di mana di zaman itu, kaum wanita masih berstatus rendah dan tidak memiliki hak yang sederajat dengan kaum pria. Jadi kalian akan menyaksikan adegan di mana kaum wanita di sini sebagai objek atau komoditas yang bisa diperjualbelikan.

Lin Lan adalah seorang gadis yang baru lulus kuliah dari Prancis. Ia pulang ke China. Pamannya Lin Lan yang bekerja sebagai kepala polisi memasukkan Lin Lan ke dalam kantor polisi agar keponakannya ini bisa bantu-bantu di sana.


Tepat di saat itu, polisi sedang disibukkan dengan serangkaian kasus pembunuhan yang membingungkan. Lin Lan lalu mengajukan diri untuk membentuk sebuah tim khusus penyelidikan yang beranggotakan 4 orang. Lin Lan gak mau dirinya ditempatkan di belakang meja mengurusi masalah admin, jadi ia memaksa pamannya untuk membiarkan dirinya terlibat di dalam penyelidikan.


Akhirnya terbentuklah sebuah divisi baru yang bernama Divisi Kriminal Keempat, yang beranggotakan Lin Lan, Qin Xin, Dou Ming Cong dan Zhao Er Bao. 2 orang cewe dan 2 orang cowo.

Perjumpaan Lin Lan dengan Qin Xin yang tanpa disengaja itu malah membuat mereka berdua menjadi mitra atau satu tim. Awalnya hubungan mereka berdua tidak harmonis. Mereka suka ribut dan gak kompak. Tapi kasus-kasus yang terpampang di depan mata mereka, menuntut mereka untuk meredam ego mereka masing-masing dan mau belajar untuk bekerja sama.


Di beberapa episode awal, nuansa GL cukup terasa. Karena kasus pembunuhan yang melibatkan seorang aktris opera China yang terkenal. Karakter ini diperankan oleh seorang aktris bernama Li Yuan 李媛 yang aslinya adalah seorang aktris LG.

Review kali ini hanya merupakan review selayang pandang saja. Jika kalian menyukai drama ini, maka akan kulanjutkan reviewnya di Part 2. Jika antusiasme kalian kurang, maka review nya hanya kubatasi sampai di sini saja.

Ok. Tapi overall, menurut aku, drama ini cukup layak untuk ditonton ya!

JUDUL:

DUET OF SHADOWS – 双姝美探.

Tahun: 2026.

Jenis: Drama Berdurasi Menengah.

Genre: 

Sepasang Female Lead, Sismance, Detektif.

Tayang Di: Iqiyi.

Tayang Tgl.: 04 Februari 2026.

Bisa Ditonton Di: Iqiyi dan Bstation.

Jumlah Episode: 31.

Durasi Per Episode: 19 menit.

Pemain:

Sun Yi Han 孙伊涵 sebagai Qin Xin.


Sun Mei Lin 孙美林 sebagai Lin Lan.


Xu Hao 徐浩 (Xiho) sebagai Dou Ming Cong.


Xiu Rui 修睿 sebagai Zhao Er Bao.


Part 2:

Di Part 2 ini, aku gak akan membahas lagi tentang plot ceritanya, karena lebih baik gak usah kuceritain, kalian nonton aja sendiri biar gak spoiler ya!

Di Part 2 ini, aku akan membahas hal-hal menarik di balik layar tentang kedua aktris ini, yang aku yakin gak pernah dibahas oleh media mana pun.

Oke, lets go !


Setuju gak kalian, jika aku bilang bahwa kedua orang aktris ini cantiknya kharismatik?

Cantik kharismatik itu beda dengan kecantikan pada umumnya. Kalau kecantikan pada umumnya itu, biasanya terkait dengan penampilan pada pandangan pertama. Kesan pertama saat kalian memandang seseorang, yang langsung bisa kalian simpulkan di saat itu juga.

Sedangkan cantik kharismatik itu timbul di saat kita sedang menikmati akting mereka. Kesan itu didapat ketika karakter yang mereka perankan cocok dimainkan oleh mereka. Kharisma mereka memancar dari situ. Jadi mereka terlihat cantik.

Tapi kesan itu belum tentu akan sama, jika mereka memainkan karakter yang gak cocok dengan aura mereka. Kharisma mereka gak akan memancar. Jadi mungkin mereka tidak akan terlihat secantik itu.

Sedangkan cantik secara umum, mau dia main karakter seburuk apa pun, dia akan tetap terlihat cantik. Itu bedanya. Jadi buat para aktris yang cantiknya kharismatik, mereka harus lebih cermat memilih proyek yang tepat di masa depan, yang bisa lebih menonjolkan kharisma mereka, yang bisa membuat penampilan mereka lebih menyala tentunya.


Untuk Sun Yi Han, aktris ini sudah memiliki sebuah karya masterpiece, yaitu Couple Of Mirrors, yang membuat dirinya breakthrough performance di kala itu sehingga memperoleh banyak penggemar GL.

Nah, untuk Sun Mei Lin yang muncul di dunia hiburan belakangan, setidaknya ia juga memiliki sebuah karya yang cukup layak untuk diperhitungkan, yaitu sebuah drama berdurasi menengah di tahun 2025 yang berjudul Fancy Land 彼岸灯塔. Tapi aku rasa di drama Duet Of Shadows inilah, ia meraih breakthrough performance.

Nah, untuk lebih mengenal couple Double Sun ini, aku sengaja menyarikan sebuah interview dengan kedua orang aktris ini yang berlangsung ketika drama Duet Of Shadows sedang tayang.

Interview Dengan Couple Double Sun:

Catatan:

T = Tanya.

J = Jawab.

SYH = Sun Yi Han.

SML = Sun Mei Lin.


T:

Gimana kesan kalian terhadap karakter Qin Xin, si dokter ahli forensik dan karakter Lin Lan, si gadis detektif?

SYH:

Qin Xin adalah karakter yang sangat menarik. Ia dituntut harus bisa menyeimbangkan teknik otopsi tradisional dengan situasi modern di era republican.

Bagiku, pengalaman terbesar bagi Qin Xin adalah bagaimana ia belajar mengatasi rasa minder akan status sosialnya dan mulai menghargai nilai dari keahlian yang ia miliki.


SML:

Wah, Lin Lan itu sangat gagah. Memerankan Lin Lan membuat aku mendapat kesempatan untuk menunjukkan sisi heroik dan mandiri dari diriku. Aku merasa karakter ini mengalami pertumbuhan besar, dari seorang detektif elit yang angkuh menjadi lebih rendah hati dan bisa lebih menghargai penderitaan orang kecil.

T:

Coba kalian gambarkan tentang kerja sama dan chemistry di antara Qin Xin dan Lin Lan ini?

J:

Mereka berdua ibaratnya adalah sinergi Zhong Xi (Timur Barat). Yang paling berkesan buat kami adalah, dinamika bentrokan karakter mereka di awal ketika mereka bekerja sama, yang pada akhirnya berubah menjadi kerja sama tim yang solid. Kerja sama mereka merupakan sebuah bentuk penyelamatan bersama.


SML:

Bagiku, bekerja dengan Sun Yi Han telah membantu aku mendalami sisi emosional yang lebih halus dari naskah tersebut.

T:

Apa pengalaman syuting yang paling berkesan buat kalian?         

J:

Drama ini melakukan proses syuting selama 45 hari di Hengdian Studios. Atmosfer tahun 1920-an yang dibangun sangat membantu kami masuk ke dalam peran, terutama dengan kostum khas seperti cheongsam dan seragam detektif kami.

T:

Apa tantangan bermain di dalam drama tentang investigasi?


J:

Ritme syuting yang sangat cepat dan intens untuk menjaga ketegangan di setiap kasus, seperti kasus pembunuhan di ruang tertutup itu.

Kami merasa bangga bisa ikut terlibat di dalam proyek yang menonjolkan kekuatan, kemandirian dan kecerdasan perempuan di era yang penuh gejolak.

Sulit sekali untuk menjaga ekspresi serius di saat harus melakukan adegan penyelidikan yang intens, padahal di balik layar kami sering bercanda.

T:

Gimana pendapatmu tentang Sun Yi Han?

SML:

Sun Yi Han orangnya sangat detail dan pendiam, tapi ia sangat cerdas. Pembawaannya sangat tenang dan elegan, persis seperti karakter Qin Xin yang merupakan dokter ahli forensik yang teliti.

Aku sangat terkesan dengan bagaimana Yi Han sangat menjiwai perannya. Ia bisa berubah seketika menjadi sangat serius saat adegan otopsi atau ketika melihat bukti medis, yang membuat aku sendiri menjadi lebih mudah masuk ke dalam peran detektifku.

Yi Han adalah partner yang kompak dan soul mate akting di proyek ini. Kami sering berdiskusi tentang detail kecil dalam naskah agar interaksi kami terlihat lebih alami dan gak kaku.


T:

Gimana pendapatmu tentang Sun Mei Lin?

SYH:

Sun Mei Lin orangnya sangat profesional dan cool. Ia sangat cocok memerankan detektif Lin Lan yang tegas. Aku sangat kagum dengan cara Mei Lin menghafal dialog teknis kepolisian yang panjang.

Meskipun di dalam drama ini, kami sering berdebat, tapi Mei Lin adalah rekan yang sangat perhatian di lokasi syuting. Ia selalu memastikan suasana tetap ceria saat kami sedang kelelahan.

Aku merasa gak sulit untuk membangun kedekatan dengannya, karena Mei Lin sangat terbuka dan komunikatif sejak hari pertama syuting.


T:

Apakah ada hal-hal menarik di balik layar saat syuting?

SML:

Yah, ada.

Saat syuting di kasus pembunuhan di hotel tersebut, set hotel dibangun dengan sangat detail dengan pencahayaan yang redup. Aku sempat merinding saat syuting adegan malam hari di lorong hotel tersebut.

Kasus ini berakhir dengan adegan kejar-kejaran di atap bangunan. Kami harus melakukan adegan tersebut berulang kali untuk mendapatkan sudut pandang sinematik yang pas.

SYH:

Bagian tersulit buatku adalah ketika harus menjelaskan istilah medis forensik kuno sambil tetap terlihat tenang dan profesional di depan kamera.


Nah, sekarang kalian ingin tahu gak, gimana reaksi penggemar atas chemistry couple Double Sun ini?

Para penggemar memberikan sambutan yang sangat antusias, bahkan banyak yang menyebut bahwa chemistry antara Double Sun ini adalah jiwa utama dari drama ini.

Di Weibo dan Douyin, penggemar sangat menyukai karakter yang kontras di antara mereka. Sun Mei Lin yang cool dan maskulin sebagai detektif bersanding dengan Sun Yi Han yang elegan dan teliti sebagai dokter ahli forensik. Mereka dianggap sebagai perpaduan visual yang sempurna.

Penonton merasa gemas dengan dinamika awal mereka yang sering berdebat karena perbedaan metode Barat VS Timur. Reaksi gengsi tapi peduli dari karakter Lin Lan terhadap Qin Xin menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial. Penggemar menyebut interaksi mereka terasa alami dan gak dipaksakan.


Jumlah penonton melonjak saat mereka saling memuji di live streaming. Saat terjadi kesalahan teknis atau NG scenes, mereka tertawa bersama dan ketika Sun Mei Lin tanpa sengaja merapikan rambut Sun Yi Han, kolom komentar langsung dibanjiri dengan emoji hati.

Banyak penggemar yang langsung menagih adanya season kedua atau proyek kolaborasi baru bagi mereka berdua, bahkan sebelum drama ini tamat.

Penggemar memuji detail kecil seperti kontak mata dan gerakan tubuh mereka yang menunjukkan kepercayaan satu sama lainnya tanpa perlu banyak kata-kata. Hal ini membuat banyak penonton merasa bahwa mereka benar-benar berteman dekat di kehidupan nyata.


Soal Tinggi Badan:

Nah, soal tinggi badan ini juga menarik loh.

Kalau di film, terlihat bahwa Sun Mei Lin lebih tinggi daripada Sun Yi Han ya.

Tinggi Sun Yi Han adalah 172 cm, sedangkan Sun Mei Lin adalah 175 cm.

Penggemar sempat menggoda mereka soal siapa yang lebih tinggi saat mereka berdiri bersebelahan untuk melakukan challenge. Mereka biasanya hanya tertawa dan mengatakan bahwa yang terpenting adalah chemistry mereka, bukan tinggi badan.


Usia dan Karir:

Sun Yi Han kelahiran 16 April 1998 dan Sun Mei Lin kelahiran 04 Juni 1999.

Saat ini Sun Yi Han sedang merintis karir barunya sebagai seorang produser. Ia sedang mencari pemain utama dan kru teknis untuk proyek drama debutnya sebagai produser berjudul Heavens Hotel 天堂酒店.

Sun Mei Lin sendiri pernah membintangi sebuah drama GL berjudul She Is Still Cute Today 今天的她也是如此可爱 yang dibuat pada tahun 2023. Tapi nasib drama ini sampai sekarang gak jelas, karena gak tayang-tayang sampai sekarang.



****************


Sumber Foto: https://sogou.com


Monday, March 23, 2026

Review Drama Qing Xin Ruo Xu 卿心若许

Pengorbanan Cinta 500 Tahun Sheng Wei Vivi !

Halo para pencinta drama pendek China, khususnya para penggemar setia Sheng Wei Vivi 圣微!


Sudah lama kita tidak menyaksikan Vivi bermain sebagai female lead di dalam drama pendek semenjak Jin Zhi Lou.


Tahun 2026 ini Vivi punya sebuah drama yang syutingnya dilakukan pada tahun 2025 di mana disutradarai bersama oleh 2 orang sutradara, yang salah satunya adalah Liu Yun Rui 流云蕊.


Kali ini kita akan bahas karya terbaru Liu Yun Rui ini yang cukup unik, berjudul 卿心若许 Qing Xin Ruo Xu.


Di sini, Vivi beradu akting dengan aktor tampan, Gao Min Rui 高旻睿. Vivi terkenal dengan auranya yang cool dan aktingnya yang sangat ekspresif di drama-drama pendek, sementara Gao Min Rui punya kharisma aktor drama televisi yang kuat. Kombinasi mereka di dalam drama vertikal tentunya akan menghasilkan kualitas produksi yang lebih tinggi dibanding dengan drama pendek amatir.


Buat kalian yang kangen melihat Vivi menjadi female lead, drama ini wajib masuk daftar tonton. Tapi, ada beberapa catatan penting nih, apalagi buat kalian yang selama ini kenal Vivi dari genre GL.


Yuk, kita bedah!

Plot: Tema Reinkarnasi yang Klasik tapi Tetap Nyes.

Jujur saja, tema reinkarnasi memang bukan hal baru di dunia drama pendek China—bahkan mungkin terasa agak klise. Namun, Qing Xin Ruo Xu berhasil membungkusnya dengan konsep pengorbanan yang cukup emosional.


Cerita dimulai 500 tahun lalu. Vivi adalah seorang guru silat kultivasi yang terjebak di dalam cinta segitiga antara dua orang muridnya, yaitu Gao Min Rui yang baik hati dan setia dan Qin Jia Lin yang ambisius dan jahat. Di sini Gao Min Rui bermain sebagai sang kakak seperguruan, dan Qin Jia Lin 秦佳林 sebagai sang adik seperguruan.


Melihat kemesraan di antara guru dan kakak seperguruannya, Jia Lin cemburu dan iri hati. Ia pun tidak segan-segan menurunkan tangan jahat terhadap Min Rui. Sebelum niatnya terlaksana, perbuatannya keburu dicegah oleh gurunya, yaitu Vivi.


Tapi demi menyelamatkan nyawa Min Rui, Vivi terpaksa harus mengorbankan nyawanya sendiri untuk menyegel roh jahat Jia Lin. Sesudah roh Jia Lin berhasil disegel di tempat itu, roh Vivi pun ikut lenyap dari tempat itu.


Min Rui yang bersedih, lalu memutuskan untuk hidup abadi sambil menunggu roh Vivi bangkit kembali lewat jalan reinkarnasi.

2. Chemistry Modern & Misteri Kalung Giok.

Lompat ke masa kini, Vivi telah bereinkarnasi menjadi seorang gadis bermarga Meng, seorang calon pewaris tunggal perusahaan dari keluarga kaya yang diramal hidupnya tidak akan melewati usia 28 tahun. Dia juga menghadapi kendala tidak bisa menjadi ahli waris tunggal atas harta kekayaan orang tuanya, karena diramal pendek umurnya.

 

Setelah mendapat wangsit dari kuil, Vivi diberitahu bahwa ia harus menemukan batu giok yang bisa menyelamatkan hidupnya untuk menolak bala. Dengan begitu ia bisa hidup terus saat mencapai usia 28 tahun.


Di sinilah takdir mempertemukannya kembali dengan Min Rui yang ternyata hidup abadi sebagai pengelola kuil. Tapi Vivi sudah tidak ingat lagi tentang masa lalunya itu, dan ia juga tidak mengenali Min Rui lagi. Tapi Min Rui gak mau mengungkapkan jati dirinya kepada Vivi.


Min Rui memutuskan untuk memberikan kalung giok miliknya untuk memperpanjang usia Vivi dan untuk melindungi keselamatan gadis itu.


Salah satu poin paling menarik dari kisah ini adalah Kalung Giok tersebut. Begitu Min Rui memberikan kalung itu kepada Vivi, efeknya luar biasa: setiap Vivi terluka, lukanya akan otomatis berpindah ke tubuh Min Rui. Ini adalah simbol cinta yang menanggung beban yang sangat menyentuh.

3. Musuh Lama yang Bangkit Lagi.

Tentu saja, drama tidak bakalan seru tanpa tokoh antagonis. Roh jahat Lin Jia Lin ternyata berhasil bangkit kembali berkat darah luka yang tergores di lengan Jia Lin. Jia Lin lalu merasuki tubuh seorang pemuda modern bermarga Gu.


Tujuannya?

Untuk membalas dendam kepada Vivi dan Min Rui. Ia juga  ingin memakan tubuh Vivi agar mereka bisa bersatu di dalam satu tubuh.


Agak menyeramkan, ya?

Tapi tenang saja, karena kebajikan selalu menemukan jalannya.


Usaha Jia Lin untuk memakan Vivi selalu digagalkan oleh Min Rui, berkat kalung giok yang dikenakan di leher Vivi, selalu melindungi keselamatan nyawanya.

4. Akhir yang Mengharukan: Giliran Aku yang Menunggumu.

Jika dulu Vivi yang mati demi menyelamatkan Min Rui, di akhir cerita ini keadaannya berbalik. Min Rui akhirnya harus mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Vivi. Tapi roh Lin Jia Lin berhasil dilenyapkan dan ia tidak akan bisa mengganggu Vivi lagi.


Adegan penutupnya cukup ikonik: Vivi memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya demi menunggu reinkarnasi dari Min Rui—sama seperti Min Rui yang telah sabar menunggunya hidup kembali selama 500 tahun.


Sebuah circle kesetiaan yang sangat indah !

5. Bukan Drama yang berat sih.

Secara kualitas cerita, drama ini memang bukan tipe yang High Value dengan plot yang rumit. Ini adalah tipe drama ringan yang pas ditonton sambil bersantai (total durasi hanya sekitar 90 menit secara keseluruhan).


6. Vivi Keluar dari Zona Nyaman.

Aku tahu, banyak dari kalian adalah fans GL Vivi. Mungkin ada sedikit rasa kecewa karena kali ini Vivi berpasangan dengan aktor pria.


Tapi, anggaplah ini sebagai ajang Vivi menunjukkan range aktingnya, bahwa dia juga hebat di genre non-GL.


Untuk Performance, meskipun ceritanya sederhana, performa Vivi tetap elegan dan berkarisma seperti biasanya. Visualnya di masa kuno maupun modern tetap juara!

Kesimpulan:

Qing Xin Ruo Xu adalah tontonan hiburan yang oke, kalau kalian kepingin melihat sisi lain dari Vivi.


Konsepnya tentang kesetiaan dan cinta sejati, mungkin terdengar tradisional, tapi konsep ini selalu mempunyai tempat di hati penonton.

Cocok untuk obat kangen Vivi!


Kalian bisa tonton drama ini di platform Xiao Hongshu, iQIYI, atau bisa dicari di YouTube. Durasi per episodenya cuma 2 menit, jadi gak bakal bikin bosan!


Bagaimana menurut kalian? Apakah chemistry Vivi dan Gao Min Rui sudah cukup bikin kalian baper? Tulis di kolom komentar ya!

 

Tips Tambahan buat kalian:

Karena mayoritas dari kalian adalah fans GL, aku ingin mengajak kalian untuk:

Kita dukung karir Vivi di genre apa pun, oke


Di sini, Vivi sudah berusaha untuk membuktikan, bahwa dia seorang aktris yang profesional dan fleksibel. Vivi mau menunjukkan kepada kalian, bahwa dia juga bisa memainkan peran non gl dengan bagus.


Aku tahu bahwa banyak dari kalian adalah fans garis keras genre GL yang selama ini mendukung Vivi. Di drama ini, Vivi mencoba tantangan baru dengan berpasangan dengan aktor pria.

Tentu akan muncul pertanyaan:

Gimana akting Vivi main non-GL di sini? Apakah dia terlihat kaku atau justru tetap luwes?


Jujur saja, untuk urusan ini, aku tidak ingin memberikan penilaian yang sepihak. Sebagai audiens yang sudah terbiasa melihat chemistry Vivi di dunia GL, aku rasa kalianlah yang lebih kompeten untuk menilai. Apakah aura Vivi tetap terpancar atau ada yang terasa berbeda?


Silakan tulis pendapat jujur kalian di kolom komentar ya!

 

 

***********


Sumber Foto: https://sogou.com