Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, March 23, 2026

Review Drama Qing Xin Ruo Xu 卿心若许

Pengorbanan Cinta 500 Tahun Sheng Wei Vivi !

Halo para pencinta drama pendek China, khususnya para penggemar setia Sheng Wei Vivi 圣微!


Sudah lama kita tidak menyaksikan Vivi bermain sebagai female lead di dalam drama pendek semenjak Jin Zhi Lou.


Tahun 2026 ini Vivi punya sebuah drama yang syutingnya dilakukan pada tahun 2025 di mana disutradarai bersama oleh 2 orang sutradara, yang salah satunya adalah Liu Yun Rui 流云蕊.


Kali ini kita akan bahas karya terbaru Liu Yun Rui ini yang cukup unik, berjudul 卿心若许 Qing Xin Ruo Xu.


Di sini, Vivi beradu akting dengan aktor tampan, Gao Min Rui 高旻睿. Vivi terkenal dengan auranya yang cool dan aktingnya yang sangat ekspresif di drama-drama pendek, sementara Gao Min Rui punya kharisma aktor drama televisi yang kuat. Kombinasi mereka di dalam drama vertikal tentunya akan menghasilkan kualitas produksi yang lebih tinggi dibanding dengan drama pendek amatir.


Buat kalian yang kangen melihat Vivi menjadi female lead, drama ini wajib masuk daftar tonton. Tapi, ada beberapa catatan penting nih, apalagi buat kalian yang selama ini kenal Vivi dari genre GL.


Yuk, kita bedah!

Plot: Tema Reinkarnasi yang Klasik tapi Tetap Nyes.

Jujur saja, tema reinkarnasi memang bukan hal baru di dunia drama pendek China—bahkan mungkin terasa agak klise. Namun, Qing Xin Ruo Xu berhasil membungkusnya dengan konsep pengorbanan yang cukup emosional.


Cerita dimulai 500 tahun lalu. Vivi adalah seorang guru silat kultivasi yang terjebak di dalam cinta segitiga antara dua orang muridnya, yaitu Gao Min Rui yang baik hati dan setia dan Qin Jia Lin yang ambisius dan jahat. Di sini Gao Min Rui bermain sebagai sang kakak seperguruan, dan Qin Jia Lin 秦佳林 sebagai sang adik seperguruan.


Melihat kemesraan di antara guru dan kakak seperguruannya, Jia Lin cemburu dan iri hati. Ia pun tidak segan-segan menurunkan tangan jahat terhadap Min Rui. Sebelum niatnya terlaksana, perbuatannya keburu dicegah oleh gurunya, yaitu Vivi.


Tapi demi menyelamatkan nyawa Min Rui, Vivi terpaksa harus mengorbankan nyawanya sendiri untuk menyegel roh jahat Jia Lin. Sesudah roh Jia Lin berhasil disegel di tempat itu, roh Vivi pun ikut lenyap dari tempat itu.


Min Rui yang bersedih, lalu memutuskan untuk hidup abadi sambil menunggu roh Vivi bangkit kembali lewat jalan reinkarnasi.

2. Chemistry Modern & Misteri Kalung Giok.

Lompat ke masa kini, Vivi telah bereinkarnasi menjadi seorang gadis bermarga Meng, seorang calon pewaris tunggal perusahaan dari keluarga kaya yang diramal hidupnya tidak akan melewati usia 28 tahun. Dia juga menghadapi kendala tidak bisa menjadi ahli waris tunggal atas harta kekayaan orang tuanya, karena diramal pendek umurnya.

 

Setelah mendapat wangsit dari kuil, Vivi diberitahu bahwa ia harus menemukan batu giok yang bisa menyelamatkan hidupnya untuk menolak bala. Dengan begitu ia bisa hidup terus saat mencapai usia 28 tahun.


Di sinilah takdir mempertemukannya kembali dengan Min Rui yang ternyata hidup abadi sebagai pengelola kuil. Tapi Vivi sudah tidak ingat lagi tentang masa lalunya itu, dan ia juga tidak mengenali Min Rui lagi. Tapi Min Rui gak mau mengungkapkan jati dirinya kepada Vivi.


Min Rui memutuskan untuk memberikan kalung giok miliknya untuk memperpanjang usia Vivi dan untuk melindungi keselamatan gadis itu.


Salah satu poin paling menarik dari kisah ini adalah Kalung Giok tersebut. Begitu Min Rui memberikan kalung itu kepada Vivi, efeknya luar biasa: setiap Vivi terluka, lukanya akan otomatis berpindah ke tubuh Min Rui. Ini adalah simbol cinta yang menanggung beban yang sangat menyentuh.

3. Musuh Lama yang Bangkit Lagi.

Tentu saja, drama tidak bakalan seru tanpa tokoh antagonis. Roh jahat Lin Jia Lin ternyata berhasil bangkit kembali berkat darah luka yang tergores di lengan Jia Lin. Jia Lin lalu merasuki tubuh seorang pemuda modern bermarga Gu.


Tujuannya?

Untuk membalas dendam kepada Vivi dan Min Rui. Ia juga  ingin memakan tubuh Vivi agar mereka bisa bersatu di dalam satu tubuh.


Agak menyeramkan, ya?

Tapi tenang saja, karena kebajikan selalu menemukan jalannya.


Usaha Jia Lin untuk memakan Vivi selalu digagalkan oleh Min Rui, berkat kalung giok yang dikenakan di leher Vivi, selalu melindungi keselamatan nyawanya.

4. Akhir yang Mengharukan: Giliran Aku yang Menunggumu.

Jika dulu Vivi yang mati demi menyelamatkan Min Rui, di akhir cerita ini keadaannya berbalik. Min Rui akhirnya harus mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Vivi. Tapi roh Lin Jia Lin berhasil dilenyapkan dan ia tidak akan bisa mengganggu Vivi lagi.


Adegan penutupnya cukup ikonik: Vivi memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya demi menunggu reinkarnasi dari Min Rui—sama seperti Min Rui yang telah sabar menunggunya hidup kembali selama 500 tahun.


Sebuah circle kesetiaan yang sangat indah !

5. Bukan Drama yang berat sih.

Secara kualitas cerita, drama ini memang bukan tipe yang High Value dengan plot yang rumit. Ini adalah tipe drama ringan yang pas ditonton sambil bersantai (total durasi hanya sekitar 90 menit secara keseluruhan).


6. Vivi Keluar dari Zona Nyaman.

Aku tahu, banyak dari kalian adalah fans GL Vivi. Mungkin ada sedikit rasa kecewa karena kali ini Vivi berpasangan dengan aktor pria.


Tapi, anggaplah ini sebagai ajang Vivi menunjukkan range aktingnya, bahwa dia juga hebat di genre non-GL.


Untuk Performance, meskipun ceritanya sederhana, performa Vivi tetap elegan dan berkarisma seperti biasanya. Visualnya di masa kuno maupun modern tetap juara!

Kesimpulan:

Qing Xin Ruo Xu adalah tontonan hiburan yang oke, kalau kalian kepingin melihat sisi lain dari Vivi.


Konsepnya tentang kesetiaan dan cinta sejati, mungkin terdengar tradisional, tapi konsep ini selalu mempunyai tempat di hati penonton.

Cocok untuk obat kangen Vivi!


Kalian bisa tonton drama ini di platform Xiao Hongshu, iQIYI, atau bisa dicari di YouTube. Durasi per episodenya cuma 2 menit, jadi gak bakal bikin bosan!


Bagaimana menurut kalian? Apakah chemistry Vivi dan Gao Min Rui sudah cukup bikin kalian baper? Tulis di kolom komentar ya!

 

Tips Tambahan buat kalian:

Karena mayoritas dari kalian adalah fans GL, aku ingin mengajak kalian untuk:

Kita dukung karir Vivi di genre apa pun, oke


Di sini, Vivi sudah berusaha untuk membuktikan, bahwa dia seorang aktris yang profesional dan fleksibel. Vivi mau menunjukkan kepada kalian, bahwa dia juga bisa memainkan peran non gl dengan bagus.


Aku tahu bahwa banyak dari kalian adalah fans garis keras genre GL yang selama ini mendukung Vivi. Di drama ini, Vivi mencoba tantangan baru dengan berpasangan dengan aktor pria.

Tentu akan muncul pertanyaan:

Gimana akting Vivi main non-GL di sini? Apakah dia terlihat kaku atau justru tetap luwes?


Jujur saja, untuk urusan ini, aku tidak ingin memberikan penilaian yang sepihak. Sebagai audiens yang sudah terbiasa melihat chemistry Vivi di dunia GL, aku rasa kalianlah yang lebih kompeten untuk menilai. Apakah aura Vivi tetap terpancar atau ada yang terasa berbeda?


Silakan tulis pendapat jujur kalian di kolom komentar ya!

 

 

***********


Sumber Foto: https://sogou.com


Thursday, February 26, 2026

Review Anime Emma A Victorian Romance Atau Eikoku Koi Monogatari Emma

Kenapa Anime yang berjudul asli Eikoku Koi Monogatari Emma ini terasa spesial, walaupun sudah bisa dikategorikan sebagai anime jadul yang tayang antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2007?


Anime ini bagaikan batu permata yang terpendam di tengah serbuan dan dominasi anime bertema shonen, isekai, slice of life dan scifi yang dipenuhi dengan aksi, petualangan dan fantasi, karena di zaman sekarang ini, sudah sangat jarang kita bisa menyaksikan lagi anime yang seperti Emma: A Victorian Romance ini.


Anime ini merupakan sebuah lukisan sejarah yang bergerak, bukan sekedar anime romance biasa yang membawa kita kembali ke keanggunan Inggris di abad ke-19.

Kalian tentu akan bertanya-tanya, kok admin sampai bisa menonton anime seperti ini?

Aku menemukan anime ini secara tidak disengaja, saat sedang scroll Youtube. Gambarnya yang klasik dengan latar belakang kisah bukan di Jepang, membuat aku tertarik dan tergelitik untuk mencari tahu, apalagi sepertinya anime ini berfokus cerita pada sang tokoh wanitanya.

Setelah membaca sekilas sinopsis singkatnya, aku memutuskan untuk menontonnya sampai habis. Gak terlalu panjang, standarlah untuk ukuran sebuah anime, 24 episode dalam 2 season.

Setelah menonton sampai selesai yang ternyata gak rugi, aku baru tahu bahwa ternyata anime ini berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Badan Urusan Kebudayaan Jepang dan pengakuan internasional sebagai karya yang memiliki kualitas artistik yang tinggi yang berhasil menempatkan dirinya di dalam Top 10 Novel Grafis Remaja Terbaik tahun 2008.

Oh, pantas aja visual dan musiknya begitu otentik dan indah, merepresentasikan dengan begitu cermatnya kehidupan era Victoria secara otentik tanpa sedikit pun elemen fantasi yang berlebihan. Saat ditayangkan, popularitas anime ini di Jepang begitu kuat, sampai-sampai nama Emma menjadi inspirasi dan  dimanfaatkan sebagai tema untuk peresmian kafe di Jepang dan tren cosplay pelayan Inggris di kalangan para seniman cosplay di Jepang.

Ternyata sampai segitu populernya si Emma ini !

Berlatar belakang kota London di akhir zaman Victoria, cerita berpusat pada Emma, seorang gadis pelayan yang sangat rajin, kalem dan sederhana. Ia bekerja pada Kelly Stownar, seorang wanita pensiunan, mantan pengasuh yang dihormati.

Emma ini bertemu dengan Kelly Stownar di saat usianya masih anak tanggung. Emma ini adalah seorang anak yatim piatu yang terpaksa kabur dari rumah bibinya yang memperlakukannya dengan kejam setelah ibu kandung Emma meninggal dunia.


Emma mencari nafkah seorang diri di jalan sebagai gadis penjual bunga, sampai Kelly Stownar melihatnya pada suatu hari. Karena iba dan begitu melihat Emma yang rajin, wanita ini langsung tertarik padanya, lalu merekrutnya sebagai pelayan di rumahnya. Tidak sampai di situ saja, Kelly Stownar juga memperlakukan Emma dengan baik dan mengajarinya membaca dan menulis, membuat Emma sangat berterima kasih dan timbulah loyalitasnya terhadap wanita ini. Emma pun tumbuh dewasa di bawah didikan dan asuhan Kelly Stownar sampai ia menjadi seorang gadis dewasa.

Kehidupan Emma yang monoton namun damai berubah total ketika William Jones, seorang pemuda dari keluarga kaya raya, datang berkunjung, menjenguk Kelly Stownar yang merupakan mantan pengasuhnya sejak kecil.

William bukan sekedar pria kaya, ia adalah putra tertua dari keluarga Jones, yang merupakan orang kaya baru di kota London yang sedang berusaha keras untuk bisa masuk ke dalam lingkaran bangsawan tinggi.

Pertemuan pertama antara Emma dan William tidaklah dramatis, namun ada getaran yang tak bisa dipungkiri di dalam hati mereka. William jatuh cinta pada Emma pada pandangan pertama atas kesederhanaan dan kecerdasan Emma, sementara Emma mulai membuka hatinya yang selama ini tertutup oleh tugas-tugas domestik.

Namun, London di abad ke-19 adalah tempat di mana cinta seringkali harus mengalah pada posisi. Hubungan mereka dianggap sebagai skandal besar. William ditekan oleh ayahnya untuk menikahi sesama kelas atas demi martabat keluarga, sementara Emma sadar betul bahwa keberadaannya di sisi William bisa menghancurkan masa depan pria yang ia cintai ini.

Ini adalah sebuah perjalanan cinta dari dua orang yang mencoba menemukan celah di tengah tembok kasta yang sangat tebal.

Mengapa Anime Ini Wajib Ditonton?

1. Visual Yang Mengabadikan Detail Sejarah:

Satu hal yang paling menonjol dari anime ini adalah komitmennya terhadap akurasi sejarah. Studio Pierrot (Season 1) dan Ajia-do Animation Works (Season 2) berhasil menggambarkan kota London dengan sangat otentik.

Guys, kalian tidak akan melihat karakter yang berlebihan di sini. Gerakan gaun, cara menuang teh, hingga arsitektur jalanan kota London digambarkan dengan begitu lembut dan nyata. Ini adalah sebuah anime yang bernafas melalui visualnya yang tenang.

2. Karakter Tokoh  Yang Tidak Cerewet:

Emma adalah salah satu tokoh utama wanita terbaik di dalam genre slice of life sejarah. Ia tidak cerewet, tidak cengeng, dan sangat bermartabat. Kekuatannya ada pada tatapan matanya dan tindakannya. Di sisi lain, William Jones digambarkan sangat manusiawi. Sudah tentu ia memiliki keraguan, punya rasa takut pada ayahnya, namun ia mencoba tumbuh menjadi seorang pria dewasa yang bertanggung jawab yang berani mengambil keputusan.

3. Musik Yang Indah Dan Menghanyutkan:

Skor musik oleh Kunihiko Ryo adalah salah satu yang terbaik. Penggunaan instrumen seperti rekorder, piano, dan biola memberikan nuansa pedesaan Inggris yang kental sekaligus melankolis. Musiknya tidak pernah mendominasi adegan, melainkan membungkus emosi penonton dengan sangat pas.

4. Isu Kasta Yang Digarap Dengan Serius:

Banyak anime romance yang hanya menjadikan perbedaan status sebagai bumbu pemanis belaka, bukannya konsep. Namun di sini, perbedaan kasta adalah antagonis utamanya. Kita diperlihatkan betapa kejamnya stigma sosial di zaman itu. Penonton akan merasakan tekanan yang dirasakan oleh William dan rasa rendah diri yang menghantui Emma, membuat kita benar-benar peduli pada nasib hubungan mereka.

Duh, kalau dibandingkan dengan anak muda zaman sekarang mah, aku rasa mereka pasti pada berontak atau kawin lari semua. Mana mau mereka dipaksa berpisah atau harus menikahi orang yang tidak mereka cintai? Boro-boro mereka mau menurut, mengalah apalagi berkorban, kalian orang tua yang bakalan dibuat pusing oleh mereka, iya gak guys?

5. Sebuah Puisi Dalam Bentuk Animasi:

Emma: A Victorian Romance adalah sebuah tontonan bagi orang-orang yang menghargai proses. Alurnya lambat (slow-burn), namun setiap detiknya terasa berarti. Jika kalian sudah terbiasa dengan drama yang penuh dengan teriakan, mungkin awalnya kalian akan merasa asing. Namun, jika kalian mencari cerita yang dewasa, elegan, dan menyentuh hati tanpa perlu menjadi cengeng, maka anime ini adalah jawabannya.

Sebuah mahakarya sejarah yang membuktikan bahwa cinta sejati terkadang hanya butuh keberanian untuk saling menatap di tengah keramaian.

6. Anime Ini Tidak Menjual Mimpi:

Aku selalu menyukai tontonan yang tidak menjual mimpi. Kita hidup di zaman yang keras, penuh tantangan dan dinamika. Kita memerlukan semangat, dorongan, penghiburan, kekuatan dan ketabahan untuk bisa menjalaninya dengan realistis. Jadi kita memerlukan tontonan yang realistis.

Hidup itu tidak selamanya lancar mulus ibarat jalan tol. Tidak selalu apa yang kita inginkan akan terpenuhi. Tidak selamanya harapan kita pasti tercapai. Belum tentu hidup bisa kita kendalikan seperti yang kita mau.

Emma dan William bukanlah tipe anak muda pemberontak. Mereka tidak melawan keadaan. Sebaliknya mereka memilih untuk berkorban. Mereka bukan anak muda yang egois yang selalu memaksakan kehendak mereka, apa pun keadaannya, tanpa memikirkan orang lain.

Biarlah hidup ini mengalir, seperti air yang mengalir sampai ke hulu.

Justru dengan sikap mereka yang seperti inilah, takdir mereka mendadak berubah. Mungkin takdir iba kepada mereka. Tiba-tiba jalan pun terbuka. Karena keadaan yang tiba-tiba berubah.

Di saat hati kita sudah menerima dengan ikhlas, tiba-tiba keadaan malah berbalik. Gak ada yang membuka, tapi jalan yang terbuka sendiri.

Yang ngoyo malah gak dapat. Yang gak melakukan apa-apa, malah yang dapat.

Pernahkah kalian mengalami hal seperti ini?

Kalau di dalam ajaran Tao (ejaan pinyin, Dao ), hal ini disebut dengan selaras dengan hukum alam. Yang keras akan ditundukkan, yang lembut akan beroleh kemenangan. Yang melawan akan menderita kerugian, yang menerima dengan ikhlas akan mendapatkan berkah.

Jadi anime ini sangat recommended untuk ditonton, guys!



**************


Sumber Foto: https://sogou.com