Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, February 21, 2026

Review Drama GL Candy 糖果

Drama GL ini adalah buatan China, guys. Jadi jika info di deskripsi dibilang ini adalah drama buatan Singapura, itu adalah bohong, guys. Mereka mencantumkan nama Singapura, adalah semata-mata demi taktik aman. Karena drama ini bukan soft gl, jadi kreator takut produk mereka ini kena cekal, jadi sengaja dicantumkan made in Singapore, supaya produk mereka ini bisa lolos tayang tanpa ada hambatan. Jadi maklumin aja, guys. Soalnya negara China melarang penayangan drama atau film bertema LG.


Kalau dibilang hard gl, sebenarnya juga kurang tepat. Karena gak ada adegan yang sensitif di dalamnya. Gak ada adegan yang kelewat berani. Yang paling berani hanya sebatas adegan cium saja. Itu juga gak eksplisit. Jadi bagi kalian para penggemar drama bertema soft gl, drama ini masih termasuk aman untuk disaksikan. Kalian jangan khawatir dengan drama GL buatan China, meskipun dilabeli sebagai hard GL, adegannya masih terhitung halus. Mereka masih belum terlalu berani untuk membuat yang lebih dari itu. Jadi tenang aja.


Bagaimana drama ini jika dibandingkan dengan drama WKGL?

Masih lebih berani drama WKGL. Tapi plot ceritanya drama Candy lebih bagus daripada WKGL. WKGL itu konsepnya gak ada juga gak jelas, cuma sekedar meniru drama GL Thai saja. Masih mending nonton Candy. Paling tidak masih ada ceritanya.


Jadi bagi kalian yang berharap drama ini bisa seperti yang kalian saksikan di dalam drama GL Thai misalnya, yang pada hakikatnya lebih berani dan lebih eksplisit, maka kalian akan kecele, harapan kalian akan kandas. Karena kalian tidak akan bisa menjumpai hal-hal yang seperti ini.


Aku suka risih sih jika membaca komen-komen yang dibuat oleh netizen saat mengomentari sebuah drama. Yang mereka pertanyakan duluan adalah adegan ciumnya.

Ada gak sih adegan kiss-nya?

Banyak kiss gak? Sering gak?


Kayak gitu, guys. Kayaknya kalau gak ada kiss, itu drama pasti gak bakal ditonton gitu. Jadi kalau banyak kiss, mereka akan tonton, kalau gak ada, mereka gak akan nonton. Gitu. Sampai-sampai ada yang ekstrim kayak begini, kalau gak ada kiss, drama atau film itu akan dianggap jelek bagi mereka.


Lah kalian itu mau nonton drama atau mau nonton kiss sih?

Emangnya kenapa kalau gak ada kiss? Kan nonton drama itu kita nonton ceritanya, bagus atau tidak, itu yang paling penting. Bukan kiss nya!


Kayaknya netizen kayak begini, kudu disodorin dengan film berdurasi 2 jam aja yang isinya kiss semua, yang gak ada jalan ceritanya sama sekali baru dia puas. Supaya dia bisa puas-puasin nafsunya sampai dibawa tidur.


Yang lebih ekstrim lagi, bahkan ada netizen yang mengomentari bahwa para aktrisnya gak tahu bagaimana harus mencium !


Ya ampun!

Maksudnya kurang hot gitu kali ya? Adegannya gak se-hot seperti yang ada di dalam drama Thai, begitu mungkin!

Astaganaga!


Sayang sekali, kalian-kalian ini gak tahu gimana harus mengapresiasi sebuah drama. Sedangkal itu pula selera kalian. Aku lihat fenomena ini mendominasi di kalangan para pecinta drama khususnya yang bertema LG. Perkiraan aku, mungkin sebanyak 80% netizen adalah kelompok penonton yang seperti ini.


Sayang sekali!

Tapi drama ini banyak juga adegan ciumnya. Apalagi couple kedua. Kreator drama ini kayaknya mau meniru gaya Thai gl juga, tapi karena terbentur oleh larangan ini larangan itu, jadinya gaya Thai gl nya malah tanggung.


Aku sih gak peduli ya, mau ada atau gak ada soal adegan kiss ini. Yang penting buat aku itu plot cerita dan konsepnya. Bagiku membahas konsep cerita itu jauh lebih asyik dan lebih worth it ketimbang memimpikan adegan kiss.


Di dalam tulisan kali ini, sengaja aku tidak akan membahas tentang alur ceritanya secara mendetail. Kalian bisa mencari dramanya dan menontonnya sendiri. Gak perlu lagi aku yang ceritain di sini. Supaya gak spoiler juga, bagi yang belum menonton.


Di sini aku hanya akan membahas hal-hal kecil dari drama ini, disertai opini, kesan, pandangan dan perasaan yang kudapatkan saat menonton drama ini. Poin-poin inilah yang aku sarikan ulasannya di dalam artikel ini.


Lalu apa konsep dari drama gl ini?

Konsep utamanya adalah tentang gadis problematik yang jatuh cinta pada gadis inosens.


Itu adalah konsep yang merupakan inti dari drama ini. Tapi konsep ini dibalut dengan beberapa plot cerita yang dijadikan bumbu di dalam drama ini. Namanya juga bumbu, sekedar penyedap cerita, biar ceritanya lebih menarik dan lebih seru. Itu aja sih.


Konsep tentang seorang gadis problematik, itu sebenarnya sebuah konsep cerita yang cukup bagus, bila kreator bisa menggalinya dan mengembangkannya lebih mendalam secara menarik.


Di 2 episode awal, konsep ini mulai diperkenalkan kepada penonton. Dan aku merasa konsep ini cukup menjanjikan dan bisa menjadikan cerita drama ini sebuah drama psikologis GL yang menarik.


Tapi sampai dengan episode 6, konsep tentang gadis problematik ini gak digali sampai tuntas. Hanya digali sebatas permukaan aja. Sehingga konsep ini terasa agak datar dan kurang greget. Kesan psikologisnya jadi gak ada dan terasa hambar juga terasa bukanlah sesuatu yang penting.


Ternyata oh ternyata...

Konsep ini hanya sekedar bumbu belaka. Ternyata cuma bumbu doang dan bukanlah sesuatu yang penting. Sayang sekali. Padahal aku sudah berharap menyaksikan sebuah cerita GL yang bermuatan psikologis yang mendebarkan.


Karena konsep ini hanya merupakan salah sebuah bumbu saja yang meramaikan cerita ini, jadi kehadiran sang couple kedua pun terasa seperti bumbu belaka.


Intinya drama ini menceritakan kisah perjuangan si gadis problematik, bagaimana ia bisa menyambung kembali hubungan percintaannya dengan si gadis inosens yang dulu pernah mereka bina saat mereka masih di sekolah SMU.


Si gadis problematik ini berasal dari keluarga broken home. Sejak kecil ia sudah kehilangan ayah. Ibunya menikah lagi dengan seorang pria jahat. Ibunya adalah seorang wanita pemabuk dan ayah tirinya ini selalu mencari kesempatan untuk melecehkan anak tirinya ini.


Si gadis problematik ini lalu berusaha mengakhiri hidupnya, tapi gagal dan nyawanya berhasil diselamatkan. Ia lalu dibawa pergi oleh bibinya, meninggalkan rumah ibunya. Saat ia dibawa kabur oleh bibinya, hubungannya dengan si gadis inosens pun menjadi terputus.


Beberapa tahun kemudian, si gadis problematik sudah berhasil menjelma menjadi seorang aktris besar yang populer. Tapi kehidupan glamor sebagai aktris tidak bisa membuat dirinya bahagia.


Gadis problematik ini memiliki banyak musuh di dalam hidupnya.

Ibunya yang pemabuk tidak mau melepaskannya dan terus mengganggu dan merongrong hidupnya.

Aktris saingannya berusaha untuk menjatuhkannya demi popularitas.


Pria jahat yang menyukainya sejak sekolah secara diam-diam berusaha untuk menghancurkan karirnya karena sakit hati, karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


Lalu isu pecinta sesama jenis, menjadi sorotan utama bagi para fans yang dijadikan target utama untuk menjatuhkan reputasi dan karirnya sebagai aktris. Demikian juga tentang isu penghindaran pajak yang menimpanya.


Kemudian dalam usahanya untuk menyambung kembali percintaan dengan si gadis inosens, juga tak luput tercipta sejumlah kesalahpahaman yang timbul karena hasutan dan berita yang disebarkan oleh musuh-musuhnya.


Oke, guys. Hanya sebatas ini saja plot cerita yang bisa aku ungkapkan di sini. Selebihnya kalian harus menontonnya sendiri, ya.


Oh, ada satu hal lagi. Entah kenapa netizen yang menonton drama ini terus meributkan tentang aktris yang bermain sebagai tokoh bernama Jiang Wan itu adalah aktris buatan AI.


Ada yang bilang Jiang Wan ini adalah bikinan AI bukan dimainkan oleh manusia asli. Mereka bilang mimiknya dan gerak gerik mulutnya saat berbicara tampak gak real. Mereka curiga itu adalah AI.


Aduh, netizen...netizen...!

Kalian ini jangan terlalu berlebihan, bisa gak?


Film Hollywood aja, sampai sekarang belum ada yang menggunakan AI sebagai pemeran utama. Apalagi ini yang hanya sebuah drama GL kecil yang penayangannya aja masih di platform-platform kecil yang gak dikenal luas.


Jadi netizen, jangan pada sok-sokan yah bilang AI segala. Emang kalian punya buktinya bahwa itu AI? Ayo, siapa yang bisa buktikan di sini?


Ada-ada aja.

Ngakak baca komentar netizen....!


Sekarang tentang aktris pemeran utamanya. Saat menonton drama ini, kesan awalnya seperti melihat Ji Ya (Wang Lao Ji dan Peng Xiao Ya) yang sedang berakting.

Masa sih?


Itu karena aktris yang satu sekilas wajahnya mirip Wang Lao Ji dan aktris yang satunya lagi sekilas mirip Peng Xiao Ya. Hanya bedanya Wang Lao Ji lebih tinggi dari si aktris dan Peng Xiao Ya lebih pendek daripada aktris yang satunya lagi.


Yang bener?

Ah, mananya yang mirip? Pasti ada yang protes begini. Hehe...tenang aja! Miripnya hanya sekilas, cuma di awal-awal aja, kok. Jangan marah dong...para penggemar Ji Ya!


Tapi yang bermain sebagai Xiao He atau Lin Can, aslinya emang cantik. Cuma jam terbangnya belum banyak aja, masih terhitung aktris baru. Masih muda pula, baru lulus kuliah gak lama, langsung terjun ke dunia artis.


Yang satunya lagi lumayan manis. Punya jam terbang yang lebih banyak, cuma belum memiliki breakthrough performance aja.


Yang couple kedua, wajahnya sih biasa-biasa aja. Cuma lebih berani aja mainnya.


Ada beberapa elemen atau adegan yang mirip-mirip dengan yang ada di dalam drama-dramanya Haidao (Zhang Zhi Wei), yaitu Legend Of Yun Ze Special, A Practical Guide To Be A Superstar’s Assistant dan Ye Mu 2.


Barangkali kreator drama ini juga adalah penggemar drama-drama Haidao.

Ok, segitu aja yang bisa dicatat dari drama ini.

JUDUL:

CANDY 糖果.

Tahun: 2026.

Jenis: Drama Berdurasi Menengah.

Genre: Drama GL.

Produksi: China.

Tayang Tanggal: 16 Januari 2026.

Tayang Di: GagaOOLala.

Bisa Ditonton Di:

GagaOOLala, Youtube dan Bstation.

Jumlah Episode: 8.

Durasi Per Episode: 30 menit.

Pemain:

Sun Yan Qing 孙琰清 sebagai Wen Nuan Nuan (gadis inosens).

Lu Xin 路昕 sebagai Xiao He atau Lin Can (gadis problematik).


Zhang Rui Yi 张睿怡 sebagai Jiang Wan.


Ke Xin 珂欣 sebagai Si Han.

 

 

**********


Sumber Foto: https://sogou.com 



No comments:

Post a Comment