Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, February 26, 2026

Review Anime Emma A Victorian Romance Atau Eikoku Koi Monogatari Emma

Kenapa Anime yang berjudul asli Eikoku Koi Monogatari Emma ini terasa spesial, walaupun sudah bisa dikategorikan sebagai anime jadul yang tayang antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2007?


Anime ini bagaikan batu permata yang terpendam di tengah serbuan dan dominasi anime bertema shonen, isekai, slice of life dan scifi yang dipenuhi dengan aksi, petualangan dan fantasi, karena di zaman sekarang ini, sudah sangat jarang kita bisa menyaksikan lagi anime yang seperti Emma: A Victorian Romance ini.


Anime ini merupakan sebuah lukisan sejarah yang bergerak, bukan sekedar anime romance biasa yang membawa kita kembali ke keanggunan Inggris di abad ke-19.

Kalian tentu akan bertanya-tanya, kok admin sampai bisa menonton anime seperti ini?

Aku menemukan anime ini secara tidak disengaja, saat sedang scroll Youtube. Gambarnya yang klasik dengan latar belakang kisah bukan di Jepang, membuat aku tertarik dan tergelitik untuk mencari tahu, apalagi sepertinya anime ini berfokus cerita pada sang tokoh wanitanya.

Setelah membaca sekilas sinopsis singkatnya, aku memutuskan untuk menontonnya sampai habis. Gak terlalu panjang, standarlah untuk ukuran sebuah anime, 24 episode dalam 2 season.

Setelah menonton sampai selesai yang ternyata gak rugi, aku baru tahu bahwa ternyata anime ini berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Badan Urusan Kebudayaan Jepang dan pengakuan internasional sebagai karya yang memiliki kualitas artistik yang tinggi yang berhasil menempatkan dirinya di dalam Top 10 Novel Grafis Remaja Terbaik tahun 2008.

Oh, pantas aja visual dan musiknya begitu otentik dan indah, merepresentasikan dengan begitu cermatnya kehidupan era Victoria secara otentik tanpa sedikit pun elemen fantasi yang berlebihan. Saat ditayangkan, popularitas anime ini di Jepang begitu kuat, sampai-sampai nama Emma menjadi inspirasi dan  dimanfaatkan sebagai tema untuk peresmian kafe di Jepang dan tren cosplay pelayan Inggris di kalangan para seniman cosplay di Jepang.

Ternyata sampai segitu populernya si Emma ini !

Berlatar belakang kota London di akhir zaman Victoria, cerita berpusat pada Emma, seorang gadis pelayan yang sangat rajin, kalem dan sederhana. Ia bekerja pada Kelly Stownar, seorang wanita pensiunan, mantan pengasuh yang dihormati.

Emma ini bertemu dengan Kelly Stownar di saat usianya masih anak tanggung. Emma ini adalah seorang anak yatim piatu yang terpaksa kabur dari rumah bibinya yang memperlakukannya dengan kejam setelah ibu kandung Emma meninggal dunia.


Emma mencari nafkah seorang diri di jalan sebagai gadis penjual bunga, sampai Kelly Stownar melihatnya pada suatu hari. Karena iba dan begitu melihat Emma yang rajin, wanita ini langsung tertarik padanya, lalu merekrutnya sebagai pelayan di rumahnya. Tidak sampai di situ saja, Kelly Stownar juga memperlakukan Emma dengan baik dan mengajarinya membaca dan menulis, membuat Emma sangat berterima kasih dan timbulah loyalitasnya terhadap wanita ini. Emma pun tumbuh dewasa di bawah didikan dan asuhan Kelly Stownar sampai ia menjadi seorang gadis dewasa.

Kehidupan Emma yang monoton namun damai berubah total ketika William Jones, seorang pemuda dari keluarga kaya raya, datang berkunjung, menjenguk Kelly Stownar yang merupakan mantan pengasuhnya sejak kecil.

William bukan sekedar pria kaya, ia adalah putra tertua dari keluarga Jones, yang merupakan orang kaya baru di kota London yang sedang berusaha keras untuk bisa masuk ke dalam lingkaran bangsawan tinggi.

Pertemuan pertama antara Emma dan William tidaklah dramatis, namun ada getaran yang tak bisa dipungkiri di dalam hati mereka. William jatuh cinta pada Emma pada pandangan pertama atas kesederhanaan dan kecerdasan Emma, sementara Emma mulai membuka hatinya yang selama ini tertutup oleh tugas-tugas domestik.

Namun, London di abad ke-19 adalah tempat di mana cinta seringkali harus mengalah pada posisi. Hubungan mereka dianggap sebagai skandal besar. William ditekan oleh ayahnya untuk menikahi sesama kelas atas demi martabat keluarga, sementara Emma sadar betul bahwa keberadaannya di sisi William bisa menghancurkan masa depan pria yang ia cintai ini.

Ini adalah sebuah perjalanan cinta dari dua orang yang mencoba menemukan celah di tengah tembok kasta yang sangat tebal.

Mengapa Anime Ini Wajib Ditonton?

1. Visual Yang Mengabadikan Detail Sejarah:

Satu hal yang paling menonjol dari anime ini adalah komitmennya terhadap akurasi sejarah. Studio Pierrot (Season 1) dan Ajia-do Animation Works (Season 2) berhasil menggambarkan kota London dengan sangat otentik.

Guys, kalian tidak akan melihat karakter yang berlebihan di sini. Gerakan gaun, cara menuang teh, hingga arsitektur jalanan kota London digambarkan dengan begitu lembut dan nyata. Ini adalah sebuah anime yang bernafas melalui visualnya yang tenang.

2. Karakter Tokoh  Yang Tidak Cerewet:

Emma adalah salah satu tokoh utama wanita terbaik di dalam genre slice of life sejarah. Ia tidak cerewet, tidak cengeng, dan sangat bermartabat. Kekuatannya ada pada tatapan matanya dan tindakannya. Di sisi lain, William Jones digambarkan sangat manusiawi. Sudah tentu ia memiliki keraguan, punya rasa takut pada ayahnya, namun ia mencoba tumbuh menjadi seorang pria dewasa yang bertanggung jawab yang berani mengambil keputusan.

3. Musik Yang Indah Dan Menghanyutkan:

Skor musik oleh Kunihiko Ryo adalah salah satu yang terbaik. Penggunaan instrumen seperti rekorder, piano, dan biola memberikan nuansa pedesaan Inggris yang kental sekaligus melankolis. Musiknya tidak pernah mendominasi adegan, melainkan membungkus emosi penonton dengan sangat pas.

4. Isu Kasta Yang Digarap Dengan Serius:

Banyak anime romance yang hanya menjadikan perbedaan status sebagai bumbu pemanis belaka, bukannya konsep. Namun di sini, perbedaan kasta adalah antagonis utamanya. Kita diperlihatkan betapa kejamnya stigma sosial di zaman itu. Penonton akan merasakan tekanan yang dirasakan oleh William dan rasa rendah diri yang menghantui Emma, membuat kita benar-benar peduli pada nasib hubungan mereka.

Duh, kalau dibandingkan dengan anak muda zaman sekarang mah, aku rasa mereka pasti pada berontak atau kawin lari semua. Mana mau mereka dipaksa berpisah atau harus menikahi orang yang tidak mereka cintai? Boro-boro mereka mau menurut, mengalah apalagi berkorban, kalian orang tua yang bakalan dibuat pusing oleh mereka, iya gak guys?

5. Sebuah Puisi Dalam Bentuk Animasi:

Emma: A Victorian Romance adalah sebuah tontonan bagi orang-orang yang menghargai proses. Alurnya lambat (slow-burn), namun setiap detiknya terasa berarti. Jika kalian sudah terbiasa dengan drama yang penuh dengan teriakan, mungkin awalnya kalian akan merasa asing. Namun, jika kalian mencari cerita yang dewasa, elegan, dan menyentuh hati tanpa perlu menjadi cengeng, maka anime ini adalah jawabannya.

Sebuah mahakarya sejarah yang membuktikan bahwa cinta sejati terkadang hanya butuh keberanian untuk saling menatap di tengah keramaian.

6. Anime Ini Tidak Menjual Mimpi:

Aku selalu menyukai tontonan yang tidak menjual mimpi. Kita hidup di zaman yang keras, penuh tantangan dan dinamika. Kita memerlukan semangat, dorongan, penghiburan, kekuatan dan ketabahan untuk bisa menjalaninya dengan realistis. Jadi kita memerlukan tontonan yang realistis.

Hidup itu tidak selamanya lancar mulus ibarat jalan tol. Tidak selalu apa yang kita inginkan akan terpenuhi. Tidak selamanya harapan kita pasti tercapai. Belum tentu hidup bisa kita kendalikan seperti yang kita mau.

Emma dan William bukanlah tipe anak muda pemberontak. Mereka tidak melawan keadaan. Sebaliknya mereka memilih untuk berkorban. Mereka bukan anak muda yang egois yang selalu memaksakan kehendak mereka, apa pun keadaannya, tanpa memikirkan orang lain.

Biarlah hidup ini mengalir, seperti air yang mengalir sampai ke hulu.

Justru dengan sikap mereka yang seperti inilah, takdir mereka mendadak berubah. Mungkin takdir iba kepada mereka. Tiba-tiba jalan pun terbuka. Karena keadaan yang tiba-tiba berubah.

Di saat hati kita sudah menerima dengan ikhlas, tiba-tiba keadaan malah berbalik. Gak ada yang membuka, tapi jalan yang terbuka sendiri.

Yang ngoyo malah gak dapat. Yang gak melakukan apa-apa, malah yang dapat.

Pernahkah kalian mengalami hal seperti ini?

Kalau di dalam ajaran Tao (ejaan pinyin, Dao ), hal ini disebut dengan selaras dengan hukum alam. Yang keras akan ditundukkan, yang lembut akan beroleh kemenangan. Yang melawan akan menderita kerugian, yang menerima dengan ikhlas akan mendapatkan berkah.

Jadi anime ini sangat recommended untuk ditonton, guys!



**************


Sumber Foto: https://sogou.com

 


No comments:

Post a Comment