Search This Blog:

Select Language To Translate Articles Here:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, January 1, 2026

Female Physician And Rabbit Girl 医女和兔子精

Pada suatu hari seorang gadis tabib secara kebetulan berhasil menyelamatkan seekor kelinci putih yang terluka di sebuah hutan, saat si gadis tabib sedang keluar mencari tanaman obat.


Kelinci putih itu setelah diobati lukanya, ia pun bisa berjalan kembali. Kelinci putih itu ternyata adalah penjelmaan dari siluman kelinci. Setelah gadis tabib meninggalkan dirinya, kelinci putih itu lalu menjelma menjadi seorang gadis cantik.


Gadis kelinci ini sangat berterima kasih terhadap penolongnya ini. Kemudian gadis kelinci ini lalu bertekad untuk membalas budi kepada penolongnya ini.


Diam-diam gadis kelinci mengikuti gadis tabib sampai di rumah gadis tabib. Gadis kelinci mengamati diam-diam apa yang dilakukan oleh gadis tabib setiap hari. Gadis tabib itu tinggal seorang diri di dalam pondoknya. Setiap hari kegiatannya adalah keluar mencari tanaman obat. Mencobai berbagai tanaman obat untuk kemudian meracik tanaman itu menjadi ramuan obat. Rutinitas setiap hari ini tidak luput dari pengamatan gadis kelinci, yang membuat dirinya semakin kagum terhadap diri gadis tabib.


Akan tetapi gadis kelinci tidak ingin identitas dirinya yang sesungguhnya diketahui oleh gadis tabib. Ia tidak mau identitasnya yang adalah siluman menjadi terungkap. Gadis kelinci lalu merancang strategi bagaimana caranya ia bisa membalas budi tanpa membuka identitasnya sebagai siluman kelinci.


Akhirnya gadis kelinci menemukan ide yang bagus untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Suatu hari gadis kelinci melihat gadis tabib sedang berteduh di depan sebuah kelenteng sehabis bersembahyang di tempat itu. Hari itu hujan turun membasahi seluruh jalan. Gadis kelinci lalu mulai bersandiwara dan pura-pura ikut berteduh di depan kelenteng itu persis di samping gadis tabib.


Tiba-tiba perut gadis kelinci berkeruyuk, tanda sedang kelaparan. Gadis kelinci terus memegangi perutnya itu. Bunyi perutnya yang sedang keroncongan itu kebetulan terdengar oleh gadis tabib.


Buah ini sangat manis loh, kata gadis tabib tiba-tiba sambil menyodorkan sebutir apel kepada gadis kelinci. Sehabis itu gadis tabib lalu pergi meninggalkan kelenteng tersebut. Gadis kelinci senang sekali dikasih buah. Wajahnya langsung berseri-seri dan bibirnya tersenyum gembira.


 

---------------------

Keesokan harinya hujan turun lagi. Lagi-lagi gadis kelinci melihat gadis tabib sedang berteduh di sebuah tempat persinggahan di hutan. Gadis kelinci lalu berlari-lari masuk ke tempat itu untuk berteduh dari hujan.


Eh, ketemu lagi ! sapa gadis kelinci, setelah keduanya saling menatap. Gadis tabib mengangguk sopan sambil tersenyum.

Gadis kelinci lalu diam-diam mengikuti gadis tabib pulang ke rumahnya.


Cici tabib, aku sedang sakit nih!  Kata gadis kelinci sambil masuk ke dalam rumah.

Coba kuperiksa! Kata gadis tabib sambil meraba kening gadis kelinci.



-------------------------

Semenjak peristiwa itu, kedua orang gadis itu lalu menjadi sahabat. Gadis kelinci lalu tinggal di rumah gadis tabib. Setiap hari, gadis kelinci diajak pergi mencari tanaman obat.


Semenjak gadis kelinci tinggal di rumahnya, kehidupan gadis tabib menjadi lebih hidup dan ceria. Sekarang ada teman untuk bicara. Ada teman di saat bekerja dan bercanda. Ada teman bermain di saat senggang. Mereka juga sering pergi berdua ke kota untuk sekedar jalan-jalan dan makan. Yang jelas kedua orang gadis ini merasa bahagia di saat sedang bersama.


Suatu hari, sehabis pulang bermain, gadis kelinci pulang dalam keadaan mabuk.


Pelan-pelan jalannya. Baru minum secangkir saja, kamu sudah mabuk, kata gadis tabib sambil memapah gadis kelinci ke tempat tidur.


Tiba-tiba, gadis kelinci menarik tangan gadis tabib, sehingga tubuh gadis tabib jatuh di atas tempat tidur. Gadis kelinci  lalu memeluk tubuh gadis tabib.


Aku suka...suka...! kata gadis kelinci dalam keadaan mabuk. Kemudian kepala gadis kelinci pun terkulai dan tertidurlah ia di atas tubuh gadis tabib.


Gadis tabib terperanjat. Tapi sebentar kemudian ia pun tersenyum geli. Lalu ia pun tidur sambil memeluk tubuh gadis kelinci itu.


 

-----------------------

Gadis kelinci sedang merenung sambil makan wortel.


Aku adalah siluman kelinci. Setelah berlatih selama lima ratus tahun, aku baru bisa mengubah wujud menjadi manusia. Kata ibu, sebagai siluman kami harus mengingat budi kebaikan orang dan berusaha untuk membalasnya. Jadi....


Lamunan gadis kelinci langsung buyar, ketika tiba-tiba gadis tabib muncul di hadapannya. Gadis kelinci buru-buru menyembunyikan wortel di belakang punggungnya.


Aneh, beberapa hari ini, sayuran di dapur selalu hilang, kata gadis tabib.


Barangkali ada kucing atau anjing tetangga yang sedang dalam masa pertumbuhan. Jadi mereka harus makan lebih banyak, jawab gadis kelinci.


Gadis tabib tertawa geli. Kemudian ia berkata,

Ayo, kita berangkat ! Ini adalah hari pertama kamu bantu-bantu di klinik. Tunjukkan kerjamu!


Di klinik, gadis kelinci membantu gadis tabib menumbuk daun obat. Gadis tabib mengajarinya menimbang ramuan obat. Gadis kelinci juga belajar menjadi perawat atas pasien-pasien yang berobat di klinik itu. Lama-lama ia mulai bisa menghafal dan mengenali nama-nama ramuan dan bisa membantu gadis tabib membungkus obat untuk pasien.


Kerjamu bagus hari ini, puji gadis tabib.

                                              

Aku kan pernah bilang, bahwa aku tidak akan makan minum secara percuma, jawab gadis kelinci.


Sebagai bonus, ini hadiah untukmu! Kata gadis tabib sambil menyodorkan setusuk manisan Tanghulu kepada gadis kelinci.


Wah, wangi sekali! seru gadis kelinci ketika memegang makanan tersebut.


 

-------------------------

Gadis kelinci lalu pergi ke tepi danau sambil makan manisan tanghulu tersebut.


Di tepi danau ada dua sejoli sedang mengobrol dengan asyiknya.

Tempat apa itu? tanya si perempuan sambil menunjuk ke seberang danau.


Itu Pagoda Lei Feng. Seekor ular putih yang berumur ribuan tahun pernah dikurung di sana. Menurut legenda, siluman ular itu menikah dengan seorang manusia, jawab si pria.


Tapi mana mungkin manusia dan siluman bisa bersatu. Kemudian siluman ular itu hampir saja membunuh suaminya sendiri. Akibatnya ia pun dikurung di dalam pagoda ini, lanjut si pria lagi.


Mendengar cerita ini, hati gadis kelinci menjadi tercekat dan perasaannya pun menjadi gundah seketika.


 

---------------------

Malam itu langit begitu gelap. Hujan turun begitu derasnya dan suara petir bergemuruh dan kilat menyambar-nyambar.


Gadis kelinci duduk ketakutan di atas ranjang. Suara petir menggelegar kembali, kali ini lebih keras lagi. Gadis kelinci menjerit kaget sampai berubah wujud kembali menjadi seekor kelinci putih.


Ada apa ini?


Gadis tabib mendengar jeritan gadis kelinci. Ia buru-buru masuk ke dalam kamar sambil membawa lilin, tapi hanya menjumpai seekor kelinci putih yang meringkuk di atas ranjang.


Mana orangnya, ya?


Gadis tabib celingak-celinguk di dalam kamar, tapi tidak menemukan gadis kelinci di situ. Kemudian dilihatnya kelinci putih itu. Gadis tabib lalu menaruh lilin di atas meja, lalu duduk di atas ranjang. Ia menggendong kelinci itu dan mengelus-elus tubuhnya sambil berpikir dengan bingung.


 

------------------------

Keesokan harinya, gadis kelinci muncul kembali di hadapan gadis tabib yang sedang menulis ramuan obat.


Ke mana aja kamu semalam? Tanya gadis tabib.

Aku...aku tidak ke mana-mana, jawab gadis kelinci sambil menunduk.


Gadis tabib berhenti menulis. Setelah berpikir sejenak, ia lalu berkata,

Hari ini tanggal 15, ada pembagian bubur gratis di kelenteng. Aku juga akan melakukan pengobatan gratis di sana. Kamu boleh bermain di rumah seharian.


Gadis tabib lalu batuk-batuk. Gadis kelinci kaget, lalu bertanya dengan cemas,

Kamu sedang gak enak badan?


Mungkin karena kedinginan semalam. Tapi gak apa-apa sih, jawab gadis tabib.

Biar kutemani kau di sana, ya? kata gadis kelinci.


Gak usah. Kelenteng itu menyembah Dewi Guan Yin. Kamu terlalu suka bermain. Kalau patungnya kebentur gimana? Kata gadis tabib.


Kalau begitu, biar aku menunggumu di luar saja. Aku berjanji akan baik-baik saja, kata gadis kelinci.


 

--------------------

Gadis kelinci menunggu gadis tabib di luar kelenteng. Ia lalu  berlutut di depan kelenteng dan mengucapkan doa,


Dewi Guan Yin yang mulia. Selama ini aku, si siluman kecil selalu berpihak pada kebaikan. Aku gak pernah mencelakai manusia. Apakah kalau aku bergaul dengan manusia, aku bisa mencelakai diri mereka?


Di saat itu terdengar ocehan dari orang-orang yang baru meninggalkan kelenteng.


Sudah tahu belum, Liu Yuan Wai yang tinggal di timur kota itu? Sejak dia menikahi seorang perempuan siluman dari Wisma Seratus Bunga, setiap hari bangunnya selalu siang bolong. Sampai tubuhnya gak kuat lagi, terus meninggal begitu saja !


Katanya isteri tuanya ingin membakar tubuh siluman itu. Liu Yuan Wai sudah berumur lima puluh tahun lebih, tapi masih gak bisa mengendalikan nafsunya....!


Emang bener...hahaha...!

Mendengar ocehan masyarakat ini, gadis kelinci menjadi takut. Cepat ia berlari meninggalkan kelenteng itu. Ia takut dirinya akan membahayakan jiwa dari gadis tabib.


Setelah selesai melakukan pengobatan gratis, gadis tabib keluar dari kelenteng, tapi ia tidak menemukan gadis kelinci di luar. Ia mencari ke sana ke mari dengan matanya, tapi gadis kelinci tidak kelihatan bayangannya. Akhirnya gadis tabib pun pulang sendirian.


Gadis kelinci ternyata sudah duluan pulang ke rumah. Begitu melihat gadis tabib, ia pura-pura sibuk dengan ramuan obat.


Kenapa kamu pulang duluan? Tanya gadis tabib. Tapi gadis kelinci pura-pura tidak mendengar.


Besok klinik libur. Aku akan mengajakmu pergi ke Wisma Tian Xiang untuk mencicipi snack, kata gadis tabib.


Aku...aku harus pulang ke gunung. Sudah lama aku meninggalkan rumah. Ibuku pasti mencemaskan aku, kata gadis kelinci.


Kapan kamu akan kembali? Tanya gadis tabib. Gadis kelinci menaruh ramuan obat di atas meja, tapi tidak menjawab pertanyaan itu.


Aku akan mengantarmu pulang, kata gadis tabib.

Gak usah...gak usah....! Aku bisa pulang sendirian, kata gadis kelinci.


Di atas gunung banyak perangkap juga gak aman. Ayo, biar kuantar! Kata gadis tabib.


Kedua orang gadis itu lalu meninggalkan rumah dengan pikiran gak tenang. Di dalam perjalanan, mereka melewati danau itu kembali.

Kata orang, itu adalah Pagoda Lei Feng, kata gadis kelinci.


Gadis tabib menghentikan langkahnya, lalu menatap Pagoda Lei Feng dari kejauhan sambil berkata,


Pagoda Lei Feng adalah sebuah penjara. Di sana dikurung seorang wanita yang dimabuk cinta.


Sudah merupakan takdir, manusia tidak bisa bersatu dengan siluman, kata gadis kelinci.


Jika aku adalah Xu Xian, aku tidak akan mempedulikan apa yang diucapkan oleh bhiksu itu. Aku akan meninggalkan kota Lin An. Dunia ini begitu luas, pasti ada tempat buat mereka berdua, kata gadis tabib.


Tapi siluman ular hampir membinasakan dia....! Bantah gadis kelinci.


Jika mereka saling percaya, maka tidak akan terjadi apa-apa setelah itu. Mau dia itu siluman ular kek, siluman rubah kek, atau siluman anjing, siluman kucing atau siluman kelinci sekalipun....pokoknya aku cuma tahunya orang yang kucintai harus kujagai seumur hidupku. Apakah kamu masih ingin pulang…? Tanya gadis tabib sambil tersenyum.


Hah…!!!


Ditanya seperti itu, gadis kelinci seketika jadi melongo.     


Hari sudah mulai gelap. Jalan menuju gunung pasti gelap sekali. Bagaimana kalau lain hari aja pulangnya? Kebetulan aku juga belum pernah mengunjungi keluargamu. Kalau hari ini pulang dengan tidak membawa oleh-oleh di tangan, kan gak enak juga kalau mau berkunjung, kata gadis tabib.


Gak perlu membawa oleh-oleh segala, kata gadis kelinci.


Ayo, kita pulang…ke rumah kita! kata gadis tabib sambil meraih tangan gadis kelinci.


Sepanjang perjalanan, hati gadis kelinci terus berkecamuk dengan pikiran seperti ini:


Para senior yang berlatih ilmu dewa pernah berkata, bahwa cinta itu bisa menyesatkan di dalam perjalanan spiritual seseorang. Tiada akhir yang membahagiakan. Jadi kita harus menjauhkan diri dari pria di dunia. Tapi…orang yang menyelamatkan diriku ini adalah seorang wanita yang berhati lembut. Berarti…semua ini gak masalah dong, ya? Betul tidak?


Mendadak mata hatinya terbuka. Awan kelabu pun sirna dari dalam pikiran dan hatinya. Sekarang pikiran dan hatinya menjadi tenang kembali. Dan gadis kelinci pun sudah bisa mengambil keputusan.


Akhirnya gadis kelinci tidak jadi pulang. Dia terus tinggal berdua di rumah gadis tabib. Mereka menjalani rutinitas kehidupan seperti biasanya. Tentu saja dengan akhir yang membahagiakan!


JUDUL:

FEMALE PHYSICIAN AND RABBIT GIRL - 医女和兔子精.

Tahun: 2020.

Jenis: Film Pendek.

Genre: Drama Klasik GL.

Tayang Di: Bilibili.

Tanggal Tayang: 31 Januari 2020.

Bisa Ditonton Di: Bilibili & Youtube.

Durasi: 13 menit.

Sutradara: Zhi Zhu 知竹.

Pemain:

Sheng Wei Vivi 圣微 sebagai Gadis Tabib.


Mao Xia Xiao Ka 猫夏小卡 sebagai Gadis Kelinci/Siluman Kelinci.


 

 

*****************

 

Sumber Foto: https://sogou.com 


No comments:

Post a Comment