Pada suatu hari
seorang gadis tabib secara kebetulan berhasil menyelamatkan seekor kelinci
putih yang terluka di sebuah hutan, saat si gadis tabib sedang keluar mencari
tanaman obat.
Kelinci putih
itu setelah diobati lukanya, ia pun bisa berjalan kembali. Kelinci putih itu
ternyata adalah penjelmaan dari siluman kelinci. Setelah gadis tabib
meninggalkan dirinya, kelinci putih itu lalu menjelma menjadi seorang gadis
cantik.
Gadis kelinci
ini sangat berterima kasih terhadap penolongnya ini. Kemudian gadis kelinci ini
lalu bertekad untuk membalas budi kepada penolongnya ini.
Diam-diam gadis
kelinci mengikuti gadis tabib sampai di rumah gadis tabib. Gadis kelinci
mengamati diam-diam apa yang dilakukan oleh gadis tabib setiap hari. Gadis
tabib itu tinggal seorang diri di dalam pondoknya. Setiap hari kegiatannya
adalah keluar mencari tanaman obat. Mencobai berbagai tanaman obat untuk
kemudian meracik tanaman itu menjadi ramuan obat. Rutinitas setiap hari ini
tidak luput dari pengamatan gadis kelinci, yang membuat dirinya semakin kagum
terhadap diri gadis tabib.
Akan tetapi
gadis kelinci tidak ingin identitas dirinya yang sesungguhnya diketahui oleh
gadis tabib. Ia tidak mau identitasnya yang adalah siluman menjadi terungkap.
Gadis kelinci lalu merancang strategi bagaimana caranya ia bisa membalas budi
tanpa membuka identitasnya sebagai siluman kelinci.
Akhirnya gadis
kelinci menemukan ide yang bagus untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Suatu
hari gadis kelinci melihat gadis tabib sedang berteduh di depan sebuah
kelenteng sehabis bersembahyang di tempat itu. Hari itu hujan turun membasahi
seluruh jalan. Gadis kelinci lalu mulai bersandiwara dan pura-pura ikut
berteduh di depan kelenteng itu persis di samping gadis tabib.
Tiba-tiba
perut gadis kelinci berkeruyuk, tanda sedang kelaparan. Gadis kelinci terus
memegangi perutnya itu. Bunyi perutnya yang sedang keroncongan itu kebetulan
terdengar oleh gadis tabib.
Buah ini sangat
manis loh,
kata gadis tabib tiba-tiba sambil menyodorkan sebutir apel kepada gadis
kelinci. Sehabis itu gadis tabib lalu pergi meninggalkan kelenteng tersebut.
Gadis kelinci senang sekali dikasih buah. Wajahnya langsung berseri-seri dan
bibirnya tersenyum gembira.
---------------------
Keesokan
harinya hujan turun lagi. Lagi-lagi gadis kelinci melihat gadis tabib sedang
berteduh di sebuah tempat persinggahan di hutan. Gadis kelinci lalu
berlari-lari masuk ke tempat itu untuk berteduh dari hujan.
Eh, ketemu lagi ! sapa gadis
kelinci, setelah keduanya saling menatap. Gadis tabib mengangguk sopan sambil
tersenyum.
Gadis
kelinci lalu diam-diam mengikuti gadis tabib pulang ke rumahnya.
Cici tabib, aku
sedang sakit nih! Kata gadis kelinci sambil masuk ke dalam
rumah.
Coba kuperiksa! Kata gadis tabib
sambil meraba kening gadis kelinci.
-------------------------
Semenjak
peristiwa itu, kedua orang gadis itu lalu menjadi sahabat. Gadis kelinci lalu
tinggal di rumah gadis tabib. Setiap hari, gadis kelinci diajak pergi mencari
tanaman obat.
Semenjak
gadis kelinci tinggal di rumahnya, kehidupan gadis tabib menjadi lebih hidup
dan ceria. Sekarang ada teman untuk bicara. Ada teman di saat bekerja dan
bercanda. Ada teman bermain di saat senggang. Mereka juga sering pergi berdua
ke kota untuk sekedar jalan-jalan dan makan. Yang jelas kedua orang gadis ini
merasa bahagia di saat sedang bersama.
Suatu
hari, sehabis pulang bermain, gadis kelinci pulang dalam keadaan mabuk.
Pelan-pelan
jalannya. Baru minum secangkir saja, kamu sudah mabuk, kata gadis tabib
sambil memapah gadis kelinci ke tempat tidur.
Tiba-tiba,
gadis kelinci menarik tangan gadis tabib, sehingga tubuh gadis tabib jatuh di
atas tempat tidur. Gadis kelinci lalu memeluk
tubuh gadis tabib.
Aku suka...suka...! kata gadis kelinci
dalam keadaan mabuk. Kemudian kepala gadis kelinci pun terkulai dan tertidurlah
ia di atas tubuh gadis tabib.
Gadis
tabib terperanjat. Tapi sebentar kemudian ia pun tersenyum geli. Lalu ia pun
tidur sambil memeluk tubuh gadis kelinci itu.
-----------------------
Gadis
kelinci sedang merenung sambil makan wortel.
Aku adalah siluman
kelinci. Setelah berlatih selama lima ratus tahun, aku baru bisa mengubah wujud
menjadi manusia. Kata ibu, sebagai siluman kami harus mengingat budi kebaikan
orang dan berusaha untuk membalasnya. Jadi....
Lamunan
gadis kelinci langsung buyar, ketika tiba-tiba gadis tabib muncul di
hadapannya. Gadis kelinci buru-buru menyembunyikan wortel di belakang punggungnya.
Aneh, beberapa hari
ini, sayuran di dapur selalu hilang, kata gadis tabib.
Barangkali ada
kucing atau anjing tetangga yang sedang dalam masa pertumbuhan. Jadi mereka
harus makan lebih banyak, jawab gadis kelinci.
Gadis
tabib tertawa geli. Kemudian ia berkata,
Ayo, kita berangkat
! Ini adalah hari pertama kamu bantu-bantu di klinik. Tunjukkan kerjamu!
Di
klinik, gadis kelinci membantu gadis tabib menumbuk daun obat. Gadis tabib
mengajarinya menimbang ramuan obat. Gadis kelinci juga belajar menjadi perawat
atas pasien-pasien yang berobat di klinik itu. Lama-lama ia mulai bisa
menghafal dan mengenali nama-nama ramuan dan bisa membantu gadis tabib
membungkus obat untuk pasien.
Kerjamu bagus hari
ini,
puji gadis tabib.
Aku kan pernah
bilang, bahwa aku tidak akan makan minum secara percuma, jawab gadis
kelinci.
Sebagai bonus, ini
hadiah untukmu!
Kata gadis tabib sambil menyodorkan setusuk manisan Tanghulu kepada gadis
kelinci.
Wah, wangi sekali! seru gadis kelinci
ketika memegang makanan tersebut.
-------------------------
Gadis
kelinci lalu pergi ke tepi danau sambil makan manisan tanghulu tersebut.
Di
tepi danau ada dua sejoli sedang mengobrol dengan asyiknya.
Tempat apa itu? tanya si perempuan
sambil menunjuk ke seberang danau.
Itu Pagoda Lei
Feng. Seekor ular putih yang berumur ribuan tahun pernah dikurung di sana.
Menurut legenda, siluman ular itu menikah dengan seorang manusia, jawab si pria.
Tapi mana mungkin
manusia dan siluman bisa bersatu. Kemudian siluman ular itu hampir saja
membunuh suaminya sendiri. Akibatnya ia pun dikurung di dalam pagoda ini, lanjut si pria
lagi.
Mendengar
cerita ini, hati gadis kelinci menjadi tercekat dan perasaannya pun menjadi
gundah seketika.
---------------------
Malam
itu langit begitu gelap. Hujan turun begitu derasnya dan suara petir bergemuruh
dan kilat menyambar-nyambar.
Gadis
kelinci duduk ketakutan di atas ranjang. Suara petir menggelegar kembali, kali
ini lebih keras lagi. Gadis kelinci menjerit kaget sampai berubah wujud kembali
menjadi seekor kelinci putih.
Ada apa ini?
Gadis
tabib mendengar jeritan gadis kelinci. Ia buru-buru masuk ke dalam kamar sambil
membawa lilin, tapi hanya menjumpai seekor kelinci putih yang meringkuk di atas
ranjang.
Mana orangnya, ya?
Gadis
tabib celingak-celinguk di dalam kamar, tapi tidak menemukan gadis kelinci di
situ. Kemudian dilihatnya kelinci putih itu. Gadis tabib lalu menaruh lilin di
atas meja, lalu duduk di atas ranjang. Ia menggendong kelinci itu dan
mengelus-elus tubuhnya sambil berpikir dengan bingung.
------------------------
Keesokan
harinya, gadis kelinci muncul kembali di hadapan gadis tabib yang sedang
menulis ramuan obat.
Ke mana aja kamu
semalam?
Tanya gadis tabib.
Aku...aku tidak ke
mana-mana,
jawab gadis kelinci sambil menunduk.
Gadis
tabib berhenti menulis. Setelah berpikir sejenak, ia lalu berkata,
Hari ini tanggal
15, ada pembagian bubur gratis di kelenteng. Aku juga akan melakukan pengobatan
gratis di sana. Kamu boleh bermain di rumah seharian.
Gadis
tabib lalu batuk-batuk. Gadis kelinci kaget, lalu bertanya dengan cemas,
Kamu sedang gak
enak badan?
Mungkin karena kedinginan
semalam. Tapi gak apa-apa sih, jawab gadis tabib.
Biar kutemani kau di
sana, ya? kata gadis kelinci.
Gak usah. Kelenteng
itu menyembah Dewi Guan Yin. Kamu terlalu suka bermain. Kalau patungnya
kebentur gimana? Kata
gadis tabib.
Kalau begitu, biar aku
menunggumu di luar saja. Aku berjanji akan baik-baik saja, kata gadis kelinci.
--------------------
Gadis
kelinci menunggu gadis tabib di luar kelenteng. Ia lalu berlutut di depan kelenteng dan mengucapkan
doa,
Dewi Guan Yin yang
mulia. Selama ini aku, si siluman kecil selalu berpihak pada kebaikan. Aku gak
pernah mencelakai manusia. Apakah kalau aku bergaul dengan manusia, aku bisa
mencelakai diri mereka?
Di
saat itu terdengar ocehan dari orang-orang yang baru meninggalkan kelenteng.
Sudah tahu belum,
Liu Yuan Wai yang tinggal di timur kota itu? Sejak dia menikahi seorang
perempuan siluman dari Wisma Seratus Bunga, setiap hari bangunnya selalu siang
bolong. Sampai tubuhnya gak kuat lagi, terus meninggal begitu saja !
Katanya isteri tuanya
ingin membakar tubuh siluman itu. Liu Yuan Wai sudah berumur lima puluh tahun
lebih, tapi masih gak bisa mengendalikan nafsunya....!
Emang
bener...hahaha...!
Mendengar
ocehan masyarakat ini, gadis kelinci menjadi takut. Cepat ia berlari
meninggalkan kelenteng itu. Ia takut dirinya akan membahayakan jiwa dari gadis
tabib.
Setelah
selesai melakukan pengobatan gratis, gadis tabib keluar dari kelenteng, tapi ia
tidak menemukan gadis kelinci di luar. Ia mencari ke sana ke mari dengan
matanya, tapi gadis kelinci tidak kelihatan bayangannya. Akhirnya gadis tabib
pun pulang sendirian.
Gadis
kelinci ternyata sudah duluan pulang ke rumah. Begitu melihat gadis tabib, ia
pura-pura sibuk dengan ramuan obat.
Kenapa kamu pulang
duluan?
Tanya gadis tabib. Tapi gadis kelinci pura-pura tidak mendengar.
Besok klinik libur.
Aku akan mengajakmu pergi ke Wisma Tian Xiang untuk mencicipi snack, kata gadis tabib.
Aku...aku harus
pulang ke gunung. Sudah lama aku meninggalkan rumah. Ibuku pasti mencemaskan
aku,
kata gadis kelinci.
Kapan kamu akan
kembali?
Tanya gadis tabib. Gadis kelinci menaruh ramuan obat di atas meja, tapi tidak
menjawab pertanyaan itu.
Aku akan
mengantarmu pulang,
kata gadis tabib.
Gak usah...gak
usah....!
Aku bisa pulang sendirian, kata gadis
kelinci.
Di atas gunung
banyak perangkap juga gak aman. Ayo, biar kuantar! Kata gadis tabib.
Kedua
orang gadis itu lalu meninggalkan rumah dengan pikiran gak tenang. Di dalam perjalanan,
mereka melewati danau itu kembali.
Kata orang, itu
adalah Pagoda Lei Feng, kata gadis kelinci.
Gadis
tabib menghentikan langkahnya, lalu menatap Pagoda Lei Feng dari kejauhan
sambil berkata,
Pagoda Lei Feng
adalah sebuah penjara. Di sana dikurung seorang wanita yang dimabuk cinta.
Sudah merupakan
takdir, manusia tidak bisa bersatu dengan siluman, kata gadis kelinci.
Jika aku adalah Xu
Xian, aku tidak akan mempedulikan apa yang diucapkan oleh bhiksu itu. Aku akan
meninggalkan kota Lin An. Dunia ini begitu luas, pasti ada tempat buat mereka
berdua,
kata gadis tabib.
Tapi siluman ular
hampir membinasakan dia....! Bantah gadis kelinci.
Jika mereka saling
percaya, maka tidak akan terjadi apa-apa setelah itu. Mau dia itu siluman ular
kek, siluman rubah kek, atau siluman anjing, siluman kucing atau siluman kelinci
sekalipun....pokoknya aku cuma tahunya orang yang kucintai harus kujagai seumur
hidupku. Apakah kamu masih ingin pulang…? Tanya gadis tabib sambil tersenyum.
Hah…!!!
Ditanya
seperti itu, gadis kelinci seketika jadi melongo.
Hari sudah mulai gelap. Jalan menuju gunung pasti gelap sekali.
Bagaimana kalau lain hari aja pulangnya? Kebetulan aku juga belum pernah
mengunjungi keluargamu. Kalau hari ini pulang dengan tidak membawa oleh-oleh di
tangan, kan gak enak juga kalau mau berkunjung, kata gadis tabib.
Gak perlu membawa oleh-oleh segala, kata gadis kelinci.
Ayo, kita pulang…ke rumah kita! kata gadis tabib sambil meraih tangan gadis kelinci.
Sepanjang perjalanan, hati gadis kelinci terus
berkecamuk dengan pikiran seperti ini:
Para senior yang berlatih ilmu dewa pernah berkata, bahwa cinta itu bisa
menyesatkan di dalam perjalanan spiritual seseorang. Tiada akhir yang
membahagiakan. Jadi kita harus menjauhkan diri dari pria di dunia. Tapi…orang
yang menyelamatkan diriku ini adalah seorang wanita yang berhati lembut.
Berarti…semua ini gak masalah dong, ya? Betul tidak?
Mendadak mata hatinya terbuka. Awan kelabu pun sirna
dari dalam pikiran dan hatinya. Sekarang pikiran dan hatinya menjadi tenang
kembali. Dan gadis kelinci pun sudah bisa mengambil keputusan.
Akhirnya gadis kelinci tidak jadi pulang. Dia terus
tinggal berdua di rumah gadis tabib. Mereka menjalani rutinitas kehidupan
seperti biasanya. Tentu saja dengan akhir yang membahagiakan!
JUDUL:
FEMALE PHYSICIAN AND RABBIT GIRL - 医女和兔子精.
Tahun: 2020.
Jenis: Film Pendek.
Genre: Drama Klasik GL.
Tayang Di: Bilibili.
Tanggal Tayang: 31 Januari 2020.
Bisa Ditonton Di: Bilibili & Youtube.
Durasi: 13 menit.
Sutradara: Zhi Zhu 知竹.
Pemain:
Sheng Wei Vivi 圣微 sebagai Gadis
Tabib.
Mao Xia Xiao Ka 猫夏小卡 sebagai
Gadis Kelinci/Siluman Kelinci.
*****************
Sumber Foto: https://sogou.com