Di tengah maraknya drama-drama gl dan bl buatan negara Thailand yang beredar sekarang, kemunculan dari sebuah drama klasik bertema kerajaan dengan latar belakang sejarah dari negara gajah putih ini terasa cukup menyegarkan yang boleh dikata lumayan menggembirakan, karena penonton gak melulu disuguhi dengan tema gl atau bl terus-menerus yang lama-lama tentu akan terasa membosankan juga.
Kalau bagi kalian yang merupakan penonton setia dari genre drama klasik kerajaan buatan China tentu sudah paham benar tentang cerita seperti ini. Biasanya jualan utama dari drama dengan tema seperti ini adalah tentang kisah perebutan kekuasaan di antara para keturunan raja, adu strategi politik di dalam istana dan yang tak ketinggalan adalah intrik dan pertarungan di dalam harem istana belakang antara permaisuri dan para selir raja guna mempertahankan dan merebut posisi tertinggi sebagai pendamping sang raja.
Jadi jelas sekali dengan plot cerita yang seperti ini, para penonton akan dibuat terkesima dan setia mengikuti jalan ceritanya yang amat seru yang terjadi antara tokoh protagonis dan antagonisnya untuk mengetahui bagaimana akhir dari ceritanya sampai tamat.
Para penonton gl dan bl inilah yang bakalan tertarik pertama kali untuk menonton duluan, karena mereka ini memang sudah menjadi penggemar setia dari drama-drama buatan Thailand.
Sayangnya dinasti Lavo hancur di tangan Phra Chairacha, seorang pahlawan perang yang berhasil merebut kekuasaan dan mendirikan sebuah kerajaan baru bernama Ayodhaya. Pria ini lalu mengangkat diri menjadi raja di sana.
Tapi jalan yang harus ditempuh oleh Jinda penuh dengan hambatan. Karena di dalam harem istana belakang dari raja Ayodhaya sudah menunggu 3 orang wanita yang merupakan selir-selir dari raja. Wanita-wanita ini juga saling bersaing dan menunggu kesempatan untuk bisa diangkat sebagai permaisuri dari raja.
![]() |
Tidak terlalu jauh berbeda kan plot cerita yang seperti ini dengan drama China yang bertema kerajaan?
Mungkin ada perbedaan yang cukup kentara antara drama China dan drama Thailand. Yaitu drama Thailand lebih berani dalam menampilkan adegan romance, sedangkan drama China lebih halus. Rata-rata artis Thailand juga lebih berani beradegan romantis dan melakukan adegan panas.
Di saat penayangannya, drama ini malah menuai kontroversi karena terdapat adegan seekor kucing yang dibius. Banyak penonton yang khawatir soal keselamatan dari kucing ini dan mereka mencurigai telah terjadi kekejaman terhadap kucing di dalam pembuatan drama ini.
Akhirnya peristiwa ini mengundang kontroversi dan pihak Departemen Pengembangan Ternak Thailand terpaksa turun tangan untuk menyelidiki peristiwa ini.
Akhirnya sang sutradara, yaitu Sant Srikaewlaw menyatakan di dalam akun facebooknya, bahwa kucing tersebut sehat dan kondisinya baik-baik saja setelah diberi obat bius. Ia memposting sebuah video untuk membuktikan kondisi kucing tersebut dan berjanji akan memberikan hasil pemeriksaan kesehatan secara tertulis atas kondisi kucing tersebut.
Peristiwa ini mirip-mirip dengan kejadian yang menimpa drama China, yaitu Marvelous Women 当家祖母. Di dalam drama Marvelous Women, ada sebuah adegan kucing yang tidak sengaja telah memakan racun, yang sebenarnya bukan diperuntukkan untuk dirinya, melainkan ditujukan kepada manusia. Akhirnya kucing tersebut mati.
![]() |
Tapi drama Marvelous Women ini sudah terkena dampak negatif dari pemberitaan ini dan view-nya menjadi turun banyak, padahal semestinya bisa meraih jumlah penonton yang lebih banyak, karena sebenarnya drama ini bagus.
Perubahan Karakter
Dari Tokoh Utama !
Bertolak belakang dengan drama klasik kerajaan buatan negeri China, tokoh utama di dalam drama Thailand ini mengalami perubahan karakter yang amat signifikan setelah cerita sudah berjalan setengah.
Saat kekuasaan sudah berada di dalam genggaman, sang tokoh utama pun mulai terlihat mabuk kekuasaan. Semua tindakan yang dilakukan lantas difokuskan kepada keuntungan diri pribadi untuk mempertahankan kekuasaan yang sudah berada di tangan.
Wamon percaya pada Jinda dan akhirnya bersedia memenuhi permintaan wanita itu. Tapi ternyata 4 tahun berlalu, Jinda masih tetap tidak mau membunuh raja.
Wamon akhirnya menyadari bahwa Jinda sudah mengkhianati dirinya. Jinda yang sekarang sudah bukan lagi wanita yang menjadi kekasihnya yang dulu.
Wamon yang marah atas kenyataan ini, lalu memutuskan untuk membunuh raja dengan tangannya sendiri dan merebut kerajaan Ayodhaya dari tangan sang raja. Ia merancang sebuah rencana dengan ayahnya untuk merebut kekuasaan, tentu saja tanpa melibatkan diri Jinda lagi.
Wamon sengaja membius Jinda dengan opium agar Jinda tidak bisa membantu putranya di dalam memerintah kerajaan. Dengan demikian Wamon bisa beraksi dengan leluasa untuk merebut kekuasaan.
Wamon menaruh seekor ular kobra di dalam tandu raja, dan ketika Yodfah naik ke dalam tandu, ular itu berhasil menggigitnya. Raja yang masih kecil ini pun tewas seketika.
Mereka sengaja mengutus Jenderal Khun ke luar perbatasan dengan alasan keamanan, padahal niat sebenarnya adalah untuk menyingkirkan jenderal ini dari istana.
Wamon mengangkat dirinya menjadi raja Ayodhaya yang baru dan mengangkat Jinda sebagai permaisurinya. Tapi Jinda diam-diam menyusun rencana untuk membalas dendam dan menggagalkan usaha Wamon menjadi penguasa di kerajaan Ayodhaya.
Jadi memang di dalam drama ini, tokoh protagonisnya malah berubah menjadi antagonis. Orang yang kelihatan baik pun juga berada di dalam area abu-abu. Inilah yang menjadi keunikan dari drama ini.
Unsur GL Di Dalam
Drama Ini !
Oh
ya, ada satu hal lagi. Sudah merupakan karakteristik dari drama Thailand. Unsur
gl juga ada diselipkan di dalam drama ini. Jadi ada seorang wanita yang jatuh
cinta pada Jinda, sang pemeran utama wanita di dalam drama ini.
Siapa
dia?
Tanyong mengaku kepada Jinda bahwa Jinda adalah cinta pertamanya. Jadi kemungkinan besar Tanyong masuk ke istana dan menjadi selir juga dalam rangka barter perdamaian antara negerinya dengan kerajaan Ayodhaya. Tanyong meminta Jinda untuk merahasiakan tentang hal ini kepada siapa pun, kalau tidak tentu ia akan kehilangan jiwanya, jika rahasianya ini sampai terbongkar.
Tentang Sang Aktris Pemeran Utama:
Pemeran utama dari drama ini adalah Davika Hoorne. Ia adalah seorang aktris dan model dari Thailand. Ia lahir di Bangkok pada tanggal 16 Mei 1992 dari ibu berdarah Thai dan ayah berdarah Belgia. Ia belajar di Universitas Ragsit jurusan seni komunikasi.
![]() |
JUDUL:
THE EMPRESS OF AYODHAYA.
Tahun: 2024.
Jenis: Drama Panjang.
Genre: Drama Klasik Kerajaan Romance.
Negara Pembuat: Thailand.
Tayang Di: One 31, OneD, Netflix.
Bisa Ditonton Di:
Netflix, One 31, OneD, Dailymotion (sub Inggris) dan Bstation (Sub Indo).
Tayang Tanggal: 24 Oktober 2024.
Jumlah Episode: 10.
Durasi Per Episode: 47 menit.
Sutradara: Sant Srikaewlaw.
Pemain:
Davika Hoorne sebagai Jinda/Sri Sudachan.
Tui Thiraphat Sajakul sebagai Raja Chairacha.
Point
Cholawit Meetongcom sebagai Jenderal Khun Phirenthorathep.
Klot Atthaseri sebagai Wasuthep, ayahnya Wamon.
Kob Songsit Rungnopakunsi sebagai Lord of Lopburi, ayahnya Jinda.
*********
No comments:
Post a Comment